Anggaran Dana Desa Fiktif, Mantan Kades Tanjung Durian Jadi Tersangka

Press rilis hasil ungkap kasus korupsi dana desa.

Sekayu, Sumselupdate.com – Dugaan tindak pidana korupsi dana belanja langsung ADD Desa Tanjung Durian Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan berlanjut dan saat ini perkara sudah P21.

Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem saat press realese, Senin (14/10/2019), mengatakan, dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dana belanja langsung ADD Desa, aparat Polres Muba mengamankan Aswandi (52), selaku mantan Kades Tanjung Durian periode 2009 -2015.

Bacaan Lainnya

Tersangka Aswandi diamankan berdasarkan laporan polisi nomor LP /A-180/II/2016/Sumsel/Res Muba pada 19 Februari 2016, atas perkara dugaan tindak pidana korupsi dana belanja langsung ADD Desa Tanjung Durian Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Muba Tahun Anggaran 2014.

AKBP Yudhi Surya Markus Pinem menerangkan pada 2014 Desa Tanjung Durian, Kecamatan Lawang Wetan mendapat bantuan Alokasi Dana Desa/Kelurahan (ADD/K) untuk kegiatan belanja langsung yang bersumber dari APBD Muba 2014.

Di mana pada  tahap I sebesar Rp378.986.750 dan Tahap II sebesar Rp378.986.200 untuk kegiatan fisik, ekonomi produktif, dan operasional desa.

Kemudian berdasarkan hasil penyidikan, tercantum dalam Daftar Urutan Rencana Penggunaan (DURP) dan Laporan Penggunaan Dana (LPD) tahap I dan tahap II serta saksi–saksi, telah ditemukan bukti–bukti penggunaan dana kegiatan yang fiktif dan berdasarkan hasil audit ditemukan kerugian negara sebesar Rp304.896.399.

“Tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) Subsider Pasal 3 lebih Subsider Pasal 9 Jo Pasal 18 UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan denda maksimal Rp1 miliar,” katanya.

“Terhadap perkara tersebut sudah dinyatakan P21 oleh Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin pada 8 Oktober 2019.” Yudhi melanjutkan. (est)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.