Jakarta, Sumselupdate.com – Wartawan senior Aat Surya Safaat menyatakan rasa syukur karena semakin banyak alumnus penerima beasiswa Forum Akademisi Indonesia (FAI) yang kini mandiri dan berkiprah di dunia kerja.
Menurutnya, keberhasilan para alumni tersebut menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi anak-anak yatim piatu dan dhuafa untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Jelang usianya yang ke-11, FAI tetap berkomitmen membantu kelanjutan pendidikan anak-anak yatim piatu dan dhuafa agar kiprah mereka nanti bisa bermakna bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Aat di Jakarta, Minggu (22/3/2026).
Aat yang juga menjabat sebagai Direktur LUKW PWI menyampaikan hal tersebut dalam diskusi internal pengurus FAI dalam rangka menyambut hari ulang tahun ke-11 organisasi tersebut.
FAI merupakan wadah yang bertujuan mensinergikan potensi akademisi serta mewujudkan visi mencerdaskan anak bangsa menuju Indonesia berprestasi. Forum ini dideklarasikan di Jakarta pada 23 Mei 2015.
Selain Aat, jajaran penasehat FAI di antaranya Ichsanuddin Noorsy, Intan Syah Ichsan, serta Abdullah Hehamahua.
Aat menambahkan, para akademisi FAI terus menginspirasi masyarakat agar lebih peduli terhadap pendidikan anak-anak kurang mampu, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Hubungan Kerja Sama Dalam dan Luar Negeri FAI, Didin Syahrudin Sukeni, mengatakan bahwa FAI ke depan juga akan fokus pada isu-isu strategis yang menjadi perhatian publik.
“FAI perlu terus membahas dan mencari solusi atas berbagai persoalan seperti korupsi, narkoba, dan pengangguran,” ujarnya.
Didin menegaskan, pendidikan memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi penerus menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal FAI Eni Heni Hermaliani mengungkapkan bahwa pihaknya juga rutin menggelar kegiatan sosial, salah satunya program “Berbagi Ramadhan” bagi anak yatim piatu dan dhuafa di Jakarta.
Selain itu, FAI secara konsisten memberikan beasiswa pendidikan secara selektif mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga pesantren. Untuk mahasiswa, penerima beasiswa diwajibkan memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,0.
FAI juga mendorong para pelajar dan mahasiswa beragama Islam untuk mampu membaca dan memahami Al-Qur’an sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Ke depan, FAI berharap program beasiswa dapat terus berjalan dengan dukungan berbagai pihak, termasuk stakeholder pendidikan, dunia usaha, dan para donatur, guna mencetak generasi yang cerdas dan berintegritas.
(**)











