Aliansi Mahasiswa Lubuklinggau Kecam Dugaan Institusional Penangkapan Hermanto

Aliansi Cipayung Plus menyampaikan tuntutannya di depan gedung Mapolres Kota Lubuklinggau, Selasa (22/2/2022).

Laporan: Adnan Abidin

Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Kematian Hermanto (47), tahanan Polsek Lubuklinggau Utara beberapa waktu lalu yang diduga dianiaya disorot oleh sejumlah aktivis mahasiswa.

Read More

Berbekal pengeras suara dan spanduk, puluhan mahasiswa yang diberi nama Aliansi Cipayung Plus menyampaikan tuntutannya di depan gedung Mapolres Kota Lubuklinggau, Selasa (22/2/2022) sekitar pukul 11.00 WIB.

Di tengah-tengah mahasiswa juga hadir Iin Darmawanti (38), istri almarhum Hermanto. Aksi damai itu mendapat pengawalan ketat anggota Polres Kota Lubuklinggau.

Arif, perwakilan aliansi mahasiswa membacakan tuntutan mereka, di antaranya menuntut dan mengecam keras dugaan institusional dalam penangkapan dan penahanan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap almarhum Hemanto.

Aliansi mahasiswa mendesak Kapolres Lubuklinggau untuk memecat Kapolsek Lubuklinggau Utara jika terbukti melakukan melakukan dugaan pengniayaan dan pelanggaran HAM berat.

Kemudian, meminta Polda Sumsel untuk mengevaluasi kinerja penegak hukum yang ada di Mapolres Lubuklinggau, serta meminta kejelasan tindaklanjut dari pemeriksaan hukum kepolidian yang diperiksa atas dugaan indikasi penganiayaan di Polsek Lubuklinggau Utara.

Sejumlah perwakilan mahasiswa kemudian berdialog dengan Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi di Aula Mapolres.

Perwakilan mahasiswa menanyakan beberapa pertanyaan terkait kematian almarhum Hermanto dan proses hukum oknum yang diduga melakukan penganiayaan.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Hermanto secara tegas menyampaikan, pihaknya berkomitmen akan menegakkan keadilan dalam kasus kematian Hermanto.

“Kapolsek Lubuklinggau Utara dan anggota sudah kami copot dari jabatannya. Dan yakinlah adek-adek mahasiswa bahwa prosesnya terus berjalan,” tegasnya.

Kapolres juga menapik adanya isu dugaan Iin Darmawanti, istri almarhum Hermanto diculik saat berada di Mapolres Kota Lubuklinggau.

“Itu tidak benar, beliau nanti yang akan langsung menjelaskan,” katanya.

Ungkapan di atas langsung dibenarkan oleh Iin Darmawangi mengungkapkan, bahwa dia tidak diculik siapapun.

Namun memang saat bersamaan akan bertemu Kapolres. Kapolres pun langsung menemui mahasiswa dan menerima berkas tuntutan yang disampaikan mahasiswa. (**)

 

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.