Dua Tahanan Rutan Pakjo Palembang Tewas Dalam Sepekan Terakhir, Begini Faktanya

Writer: - Jumat, 9 Agustus 2024
Rutan Klas 1A Pakjo Palembang.

Palembang, Sumselupdate.com – Dua tahanan titipan Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang di Rutan Klas 1A Pakjotewas dalam waktu yang berdekatan.

Fakta dari korban ini keduanya merupakan tahanan titipan yang belum menjalani sidang peradilan atas tindak pidana yang mereka lakukan.

Read More

Korban pertama adalah Yogi Irawan (26), warga asal Musi Banyuasin, merupakan tahanan dalam kasus peredaran narkoba.

Yogi Irawan (26) dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami sakit dan muntah serta sempat dilarikan ke RSI Siti Khadijah Palembang pada Jumat (2/8/2024).

Pihak keluarga Yogi Irawan (26) menaruh curiga atas meninggalnya korban lantaran menemukan sejumlah luka di tubuh korban.

Di antaranya pihak keluarga mengklaim menemukan luka memar di bagian leher jasad dari Yogi.

Meski demikian, ayah korban Herli (48) memutuskan untuk tidak melakukan pemeriksaan lebih lanjut atas temuan luka di tubuh korban.

Jasad korban  juga langsung dibawa ke rumah duka di Kabupaten Muba dan dikebumikan padai hari yang sama.

Terkait kasus ini, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihartono SIK juga sudah angkat bicara belum lama ini.

Menurut Harryo, setelah pihaknya melakukan Olah TKP dan pemeriksaan menjelaskan bahwa korban meninggal akibat sakit yang dideritanya.

“Hasil visum dari dokter forensik tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan atau tindak pidana pada tubuh Yogi,” ungkap Kombes Harryo.

Harryo menjelaskan, Yogi sebelumnya telah mengeluh sakit dan telah menerima perawatan dari tim medis di dalam rutan sebelum kondisinya memburuk secara tiba-tiba.

“Sebelumnya, Yogi ini sudah pernah diperiksa tim kesehatan saat di Lapas. Saat hari kejadian, bersangkutan ngedrop dan dibawa ke RS Siti Khodijah, namun tak sempat diperiksa dan meninggal dunia,” ungkapnya

Belum redam kasus meninggalnya Yogi Irawan (26), kasus serupa kembali terjadi terhadap tahanan titipan kejaksaan di Rutan Klas 1 Pakjo.

Korban selanjutnya adalah Irohmin (22) merupakan tahanan dalam kasus tindak pidana pengeroyokan. Irohmin dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (8/8/2024).

Untuk kasus ini, pihak keluarga memutuskan untuk melaporkan peristiwa meninggalnya Irohmin (22) ke Polda Sumsel.

Pelaporan tersebut setelah pihak keluarga menemukan sejumlah luka robek di kepala dan benjol serta memar pada jari salah satu tangannya.

Pihak keluarga dari Irohmin juga memutuskan untuk melakukan autopsi terhadap jenazah Irohmin guna memastikan penyebab kematian korban.

Kakak korban, Irohman menjelaskan jenazah Irohmin (22) sempat diantar ambulan RS Siti Khadijah ke rumah duka keluarga korban yang berada di Jalan Perjuangan, Kelurahan Alang Alang Lebar, Palembang.

Bahkan, saat diantar ke rumah duka, luka-luka yang ditemukan di tubuh korban masih mengeluarkan darah.

“Korban diantar masih menggunakan kaos hitam dan hanya pakai celana dalam, “ucap Irohman.

Setelah menerima jenazah pihak keluarga sempat dimandikan dan dikafani pihak keluarga.

Namun saat hendak dishalatkan, pihak keluarga didatangi sepuluh orang polisi dari Polrestabes Palembang yang menyarankan untuk jenazah Irohmin untuk dilakukan autopsi.

Pihak keluarga juga merasa curiga dan sepakat untuk melakukan autopsi jenazah Irohmin, jenazahnya diantar pihak keluarga ke RS Bhayangkara Mumahad Hasan Palembang, pada Kamis (8/8) sekitar pukul 09.00 wib.

“Namun karena kami curiga, keluarga sepakat untuk diautopsi,” ucap dia.

Terkait ini Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkumham Sumsel Mulyadi mengatakan jika Irohmin meninggal dunia karena sakit.

“Almarhum Irohmin meninggal dunia karena sakit. Hal ini ditegaskan dari surat keterangan dokter yang memeriksa almarhum,” tegas Mulyadi, Kamis (8/8/2024).

Menurut Mulyadi, sebelum meninggal dunia, almarhum sempat mengalami sakit perut, pusing-pusing, dan mual bahkan almarhum sempat terjatuh.

“Almarhum ini merupakan tahanan titipan dari Kejaksaan Negeri Palembang dan baru dua minggu di Rutan Kelas 1 A Pakjo Palembang,” ujarnya. (**)

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts