Palembang, Sumselupdate.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Alex Noerdin, memandang dana Coorporate Social Responsibility (CSR) yang diberikan perusahaan yang selama ini berkiprah di Sumsel masih minim dan sangat memprihatinkan. Padahal, dampak dari proses kerja para perusahaan yang dilakukan bisa merugikan dan merusak lingkungan sekitarnya.
Oleh karenanya Alex berharap ke depan akan semakin banyak persusahaan yang akan ikut berparisipasi merealisasikan dana CSRnya untuk kemaslahatan masyarakat di daerah perusahaan beroperasi maupun untuk Sumsel secara umum.
“Memang dapat bagi hasil berdasarkan aturan, tapi jumlah yg diterima tidak bisa memperbaiki lingkungan yang dirusak, jauh lebih mahal,” ujar Alex Noerdin di sela kegiatan Seminar Nasional CSR Pemahaman dan Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) bagi Badan Usaha di Sumsel yang diselenggarakan oleh Forum CSR Kesos Sumsel di Auditorium Graha Bina Praja, Selasa (7/2/2017).
Menurut Alex Noerdin, dari dana CSR perusahaan memiliki kewajiban untuk turut serta dalam pembangunan di daerah. Oleh karena itu, Kepala daerah baik itu bupati maupun walikota memiliki peran penting untuk mengontrol dan mengatur dana CSR yang didapat dengan tepat sasaran.
“CSR itu wajib dikeluarkan oleh perusahaan, meskipun kondisi perusahaan tersebut sedang untung atau rugi,” tegasnya.
Meskipun CSR adalah kewajiban bagi perusahaan, namun menurut Alex Noerdin masih ada saja perusahaan memberikan dana CSR tidak sesuai dengan keuntungan yang didapat dari hasil mengolah kekayaan alam di Sumsel.
“Ada perusahaan sudah jelas untung besar tapi CSR yang diberikan sangat kecil. Padahal CSR ini untuk rakyat, pahalanya besar kalau penggunaannya dilaksanakan secara benar dan tepat sasaran,” jelasnya .
Lebih lanjut Alex mengharapkan agar perusahaan segera sadar diri dan memberikan dana CSR untuk rakyat sesuai dengan keuntungan yang didapat oleh perusahaan. (adi)
Gubernur Sumsel Alex Noerdin











