Agen Ungkap Pemicu Kelangkaan Gas 3 Kg di Tiga Desa Sungai Rotan Muaraenim, Ternyata Ini Penyebabnya  

Writer: - Sabtu, 16 Maret 2024
Ilustrasi tabung gas 3 kg

Palembang, Sumselupdate.com – Kelangkaan gas 3 kilogram di tiga desa, Danau Baru, Danau Tampang, dan Desa Sungai Rotan, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, memicu keresahan masyarakat.

Persoalan ini pun sampai ke PT Dwi Minyak Bumi selaku agen yang menyuplai gas melon ke Pangkalan Gas 3 Kg yang dikelola Tobri dan Mulyadi baik di Desa Danau Baru maupun pangkalan gas di Desa Sungai Rotan.

Read More

Melalui surat resminya kepada Sumselupdate.com, Sabtu (16/3/2024), Direktur PT Dwi Minyak Bumi, Shanty Sherly Mareta mengungkapkan kenapa pihaknya tidak menyuplai tabung gas melon ke dua pangkalan tersebut.

Menurut Shanty, lantaran kedua pangkalan tersebut tidak mengikuti aturan yang ditetapkan Pertamina kepada agen.

Menurut Shanty, kedua pangkalan tersebut seyogianya melakukan pencatatan di link MAP (Merchant Apps) subsidi tepat LPG sebelum bertransaksi di pangkalan miliknya.

Baca Juga: Warga Sungai Rotan Keluhkan Kelangkaan Elpiji 3 Kg

Namun aturan baku tersebut, kata Shanty, tidak dilakukan pihak pangkalan. Padahal, PT Dwi Minyak Bumi jauh-jauh hari, sudah melakukan upaya mengingatkan kepada pangkalan untuk mengisi link MAP.

“Kita sebagai agen sebelumnya sudah menghubungi dan mengingatkan pemilik pangkalan bernama Tobri dan Mulyadi untuk melakukan pencatatan di link MAP (Merchant Apps) subsidi tepat LPG sebelum bertransaksi di pangkalan miliknya. Namun sejak akhir Februari lalu, pemilik pangkalan bernama Tobri dan Mulyadi ini tidak melakukan pencatatan transaksi di link MAP, di mana pihak pangkalan wajib mengecek status pembeli apakah sudah terdaftar atau belum,” katanya.

“Kalau pembeli sudah terdaftar otomatis sudah bisa bertransaksi, akan tetapi kalau pembeli belum terdaftar maka pemilik pangkalan akan membantu mendaftarkannya di link MAP dengan syarat membawa kartu keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP),” tambah Shanty lagi.

Sayangnya, pangkalan Tobri dan Mulyadi, sejak akhir Februari lalu tidak mengisi link MAP. Hal ini sudah diingatkan sebelumnya oleh agen melalui telpon langsung dan maupun WhatsApp ke pemilik pangkalan akan tetapi tidak direspon.

“Sehingga pihak agen memutuskan untuk sementara waktu tidak menyuplai LPG tabung 3 kg berikutnya ke pangkalan Tobri dan Mulyadi sebagai sanksi hingga pemilik pangkalan melakukan pencatatan 100% di MAP,” ujar Shanty.

Baca Juga: Terjadi Kelangkaan Gas 3 Kg, Polisi Lakukan Pengecekan Pangkalan Elpiji

Shanty menambahkan kebijakan MAP ini sudah disosialisasikan ke pangkalan-pangkalan yang menjadi mitra PT Dwi Minyak Bumi pada tahun 2023 lalu.

Nah, tahun 2024 wajib 100% melakukan pencatatan MAP tanpa kecuali, kalau tidak mengikuti aturan agen sesuai dengan perjanjian kontrak, maka pihak agen terpaksa mengambil tindakan tegas.

Kebijakan pencatatan MAP ini dalam upaya untuk melakukan transformasi pendistribusian LPG tabung 3 Kg tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menggunakannya.

Ia mengatakan, pihaknya setiap hari memantau mitra pangkalan apakah sudah melakukan pencatatan di link MAP atau tidak saat bertransaksi.

“Bagi yang tidak/belum maka pihak agen langsung mengingatkan baik melalui grup maupun WA pribadi. Pastinya, MAP ini betul-betul kita jalankan dan monitor. Kalau tidak dilakukan maka  agen LPG tabung 3 kg yang kena sanksi,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga tiga desa yaitu Desa Danau Baru, Danau Tampang, dan Sungai Rotan Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, mengeluhkan kelangkaan elpiji 3 kilogram bersubsidi dalam dua pekan terakhir baik di warung maupun di pangkalan, Jumat (15/3/2024).

Sejumlah warga yang ditemui Sumselupdate.com, mengaku harus berkeliling ke beberapa toko dan warung dalam radius lebih dari 10 kilometer dari rumah mereka ke desa tetangga, untuk membeli satu tabung elpiji bersubsidi, karena pangkalan yang ada di desa mereka tidak ada stok lagi.

Tobri pemilik pangkalan gas elpiji 3kg Desa Danau Baru membenarkan sudah dua pekan ini, pangkalan miliknya tidak disupply pasokan oleh agen elpiji.

Baca Juga: Kelangkaan Gas 3 Kg, Pejabat Disperindagkop UKM dan PP Pagaralam Ngaku Tak Dilibatkan Pertamina

“Sudah dua pekan ini, pangkalan milik saya tidak disupply oleh agen, padahal kita sudah menghubungi pihak agen yaitu PT Dwi Minyak Bumi, namun entah kendala apa sampai saat ini terhitung sudah dua pekan belum juga ada pasokan dari agen, ini ada tabung gas elpiji 3 Kg, namun sudah dua pekan kosong,” keluh Tobri.

Hal yang sama juga dikeluhkan Mulyadi pemilik Pangkalan di Desa Sungai Rotan. Sudah dua pekan pangkalan miliknya tidak mendapatkan pasokan dari agen gas elpiji.

“Sampai saat ini pangkalan milik saya masih kosong, karena sudah dua pekan tidak ada pasokan dari pihak agen, sudah banyak orang dari mana-mana yang menanyakan gas elpiji di sini,” kata Mulyadi. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts