Abrasi di Pinggiran Sungai Ogan Ancaman Perkebunan Warga

Selasa, 23 Februari 2016
Pinggiran Sungai Ogan Kabupaten OKU mengancam lahan perkebunan dan permukiman warga.

Baturaja, Sumselupdate.com -Pinggiran Sungai Ogan terjadi abrasi. Kondisi tersebut membuat warga Kabupaten OKU khawatir terlebih abrasi yang mengikis tepi sungai yang merupakan areal pertanian masyarakat.

Di Kecamatan Pengandonan, abrasi yang terjadi di bantar Sungai Ogan mengancam sejumlah areal perkebunan warga. Bahkan sejumlah fasilitas Umum seperti jalan setapak pun rusak akibat abrasi aliran Sungai Ogan.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Gunung Kuripan, Kecamatan Pengandonan, Zirul Amili, belum lama ini mengatakan, sepanjang lebih dari 300 meter abrasi sungai ogan mengancam areal perkebunan warga. Mulai dari perkebunan karet, duku hingga perkebunan Jati.

“Dulu banyak persawahan pertani yang sudah digerus air sungai ogan karena berbatasan langsung dan tidak ada penyangga tanah,” katanya.

Menurutnya, abrasi ini sudah berlangsung cukup lama, bahkan sejak beberapa tahun terakhir. Selama musim hujan ini, dalan dua bulan sekitar 30 meter lebih bibir tebing yang berbatasan langsung dengan Sungai Ogan telah tergerus.

Bahkan, jalan setapak untuk usaha tani yang dibangun dengan dana desa pun ikut tergerus, dan kini kondisinya mulai menggantung di atas aliran sungai, sementara sebagian lagi sudah putus.

“Jarak dari jalan setapak dengan sungai ini cukup jauh sekitar 30 meter, saat ini jalan setapak ini sebagian sudah putus terkikis aliran sungai,” ujar dia.

Selain fasilitas umum yang terkena dampak abrasi aliran sungai, sejumlah perkebunan petani pun menjadi ‘tumbal’ abrasi aliran sungai tersebut.

“Ada warga yang punya kebun karen di pinggir sungai itu sekarang tinggal puluhan batang, sisanya hanyut tergerus Sungai Ogan,” tuturnya.

Sebelumnya, tak jauh dari lokasi tersebut sempat dibangun bronjong yang menyangga areal persawahan yang berbatasan langsung dengan bibit sungai. Kondisi di sekitar bronjong tersebut sudah mulai stabil. Namun dibagian hilir, abrasi pun menggerus bibir.

Hal senada terjadi di Desa Kedondong, Kecamatan Peninjauan. Kepala Desa Kedondong Rahmat menjelaskan, kawasan desa yang ia pimpin memang berada di pinggiran bantaran Sungai Ogan, di mana kawasan tersebut banyak pemukiman bahkan saat ini longsor semakin mengancam rumah warga.

“Usulan sudah kami lakukan namun sampai saat ini belum direlaisasikan”ucap Rahmat. Dirinya berharap dan warga kedodndong umumnya kepada pemerintah untuk segera merealisasikan dan melakukan penanganan bencana longsor yang setiap saat mengancam warga. (yan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.