Muarabeliti, Sumselupdate.com – Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Mura bersama dengan kelompok petani terus melakukan upaya pengendalian hama tikus dengan cara kegiatan gobyokan sepanjang tahun. Hasilnya sudah ratusan ribu hama tikus dibunuh sejak Januari hingga sekarang.
“Kalau hama itu tetap tikus, tapi pengendalian dilakukan terus sepanjang tahun dengan cara dikejar, dipukul. Itulah paling efektif. Ratusan ribu sudah kita bunuh mulai dari Januari sampai sekarang,” kata Kabid Produksi Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Mura, Tohirin.
Menurutnya, pelaksanaan gobyokan terus dilakukan petani. Untuk mengantisipasi agar hama tikus tidak merusak padi milik petani dan mengantisipasi agar hama tikus tidak berkembang biak. “Tikus kalau banjir, justru dia bersembunyi. Dia takut kalau kondisi air sawah tinggi,” bebernya.
Selain soal hama, banjir juga sempat merendam sejumlah area sawah di Kabupaten Mura. Yang mana di Kabupaten Mura total luas lahan sawah terdapat 20 ribu hektar.
Itu tersebar di 13 Kecamatan dan dari jumlah tersebut, terdapat di enam kecamatan yang lahan sawahnya dianggap luas yakni Muara Beliti, Tugumulyo, Purwodadi, Megang Sakti, Sumber Harta dan STL Ulu Terawas.
“Kemarin yang terendam banjir itu 167 hektar di Kecamatan Megang Sakti. Tapi sudah lewat, padinya berdiri lagi. Itu yang parah,” ungkapnya.
Sedangkan untuk sawah lainnya, diakui Tohirin rata-rata juga terkena banjir. Namun akibat sawah terendam banjir tidak terlalu berpengaruh, karena sifatnya hanya sebentar.
“Seperti di Sumber Harta dan Purwodadi banjir, tapi padinya sudah mulai panen, jadi tidak masalah. Kalau daerah yang baru tanam, itu tidak kena banjir,” ujarnya.
Pada 2017 mendatang, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Mura berencana menambah area cetak sawah, seluas 700 hektar.
“Tapi belum ada angka positif. Diajukan sekitar 700 hektar. Rencananya di STL Terawas, Megang Sakti, Sumber Harta, Purwodadi dan Tugumulyo. Di sini masih ada lahan yang memenuhi syarat untuk dijadikan sawah,” ungkapnya.
Sebelumnya di 2016 pihaknya mengaku sudah menambah dan mencetak sawah sekitar 500 hektar. Tersebar di Muara Kelingi, STL Terawas, Sumber Harta, Tugumulyo dan Muara Beliti.
“Cetak swahanya sudah selesai, sudah ditanama, bahkan untuk Muara Kelingi sudah panen,” pungkasnya. (ain)











