Kinshasa, Sumselupdate.com – Wabah Ebola yang masih berlangsung di Republik Demokratik (RD) Kongo telah menewaskan 4.992 orang hingga 28 Oktober 2026. Jumlah tersebut mendekati 5.000 jiwa, dengan tingkat fatalitas kasus mencapai 48,6 persen.
Berdasarkan laporan terbaru Institut Kesehatan Masyarakat Nasional RD Kongo (INSP) yang dirilis Jumat (30/10/2026), tercatat sebanyak 10.274 kasus terkonfirmasi Ebola di negara tersebut.
Wabah yang disebabkan virus Ebola Bundibugyo itu telah menyebar ke 67 zona kesehatan di delapan dari total 26 provinsi di RD Kongo.
Situasi di wilayah timur negara tersebut semakin mengkhawatirkan setelah tiga dokter dilaporkan meninggal dunia akibat Ebola dalam kurun waktu kurang dari 72 jam di sebuah pusat perawatan Ebola di Beni, Provinsi Kivu Utara.
Salah satu tenaga medis yang gugur adalah Dr. Marie-France Shogogo. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) menyampaikan penghormatan atas dedikasinya melalui platform media sosial X.
Badan kesehatan kawasan Afrika tersebut sekaligus menyerukan peningkatan perlindungan bagi tenaga kesehatan yang berada di garis depan penanganan wabah.
“Lindungilah mereka yang melindungi kita,” demikian pernyataan Africa CDC.
Berdasarkan laporan INSP, zona kesehatan Beni mencatat 661 kasus Ebola, termasuk 443 kematian. Angka tersebut menunjukkan tingkat fatalitas kasus mencapai 67 persen.
Sementara itu, di seluruh wilayah Kivu Utara tercatat 2.391 kasus terkonfirmasi dengan 1.341 kematian.
Laporan tersebut juga menyoroti meningkatnya tekanan terhadap sistem pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
Fasilitas perawatan Ebola dilaporkan telah beroperasi pada tingkat kapasitas 86,3 persen. Di sisi lain, pemantauan terhadap kontak erat pasien baru mencapai 82,2 persen, masih di bawah target 95 persen.
Kondisi tersebut menjadi tantangan serius dalam upaya mengendalikan penyebaran virus, terutama di tengah tingginya risiko penularan yang dihadapi tenaga medis.
Wabah Ebola kali ini dinyatakan pada 15 Mei 2026 dan disebabkan oleh virus Ebola Bundibugyo. Dengan jumlah kasus dan kematian yang terus meningkat, wabah tersebut kini tercatat sebagai wabah Ebola terbesar kedua yang pernah terjadi di dunia.
(**)







