Palembang, Sumselupdate.com — Wali Kota Palembang Ratu Dewa menunjukkan kekecewaannya saat memimpin rapat koordinasi antisipasi genangan dan banjir menjelang musim hujan.
Rapat yang membahas kesiapan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menghadapi musim penghujan tersebut sempat diwarnai ketegangan setelah diketahui sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) tidak dihadiri langsung kepala dinas dan hanya mengirimkan perwakilan.
Ratu Dewa bahkan mengambil alih rapat yang sebelumnya dijadwalkan dipimpin Asisten II Sekretariat Daerah Kota Palembang. Ia ingin memastikan secara langsung kesiapan jajaran Pemkot Palembang menghadapi musim hujan yang diperkirakan memasuki puncaknya pada Oktober.
“Sebenarnya hari ini yang memimpin rapat adalah Pak Asisten, tetapi saya mendadak mau cek langsung karena ini saya anggap cukup vital, apalagi di bulan 10 kita akan memasuki musim penghujan,” ujar Ratu Dewa seusai rapat.
Dalam rapat tersebut, Pemkot Palembang memfokuskan pembahasan pada pemetaan dan pemeriksaan kembali titik-titik yang rawan mengalami genangan.
Ratu Dewa menyebut terdapat 12 titik genangan yang menjadi prioritas penanganan di sejumlah ruas jalan protokol. Selain itu, terdapat 28 titik lainnya yang juga perlu mendapat perhatian.
“Kita fokus konsentrasi dulu pada 12 titik genangan air yang ada di jalan-jalan protokol, walaupun di samping itu ada 28 titik lainnya. Saya ingin memetakan betul penanganan jangka pendek, menengah, dan panjangnya seperti apa,” katanya.
Sejumlah lokasi yang menjadi perhatian antara lain Jalan Angkatan 45, kawasan depan Damri, Jalan A Rivai, depan Khadijah, depan DA, kawasan Asrama Haji, Kembang Iwak, SMK 2, Jalan Mayor Salim Batubara hingga Dharma Agung.
Selain persoalan titik genangan, Ratu Dewa juga mengungkap sejumlah kendala teknis yang ditemukan di lapangan. Di antaranya kondisi jalan nasional yang mengalami amblas, cross drain yang terputus, hingga adanya penyempitan saluran drainase.
Untuk mengantisipasi genangan, Pemkot Palembang akan menyiagakan pompa portabel di sejumlah lokasi yang dinilai membutuhkan penanganan cepat.
Pemkot juga akan berkoordinasi dengan Balai Sungai dan Balai Jalan Nasional untuk menangani persoalan infrastruktur sesuai kewenangan masing-masing.
Persoalan sampah yang menyumbat saluran air juga menjadi perhatian dalam rapat tersebut. Ratu Dewa meminta camat dan lurah menggerakkan masyarakat untuk kembali menghidupkan kegiatan gotong royong.
“Masalah sampah ini tidak bisa hanya mengandalkan petugas PU saja. Saya minta camat dan lurah menggerakkan warga, gotong royong harus digalakkan agar saluran di 114 anak sungai bisa kita atasi bersama,” tegasnya.
Ketegangan dalam rapat terjadi ketika Ratu Dewa mempertanyakan kesiapan sejumlah peserta yang hadir sebagai perwakilan OPD. Ia meminta setiap peserta yang mengikuti rapat benar-benar memahami kondisi dan data teknis wilayah yang menjadi tanggung jawab instansinya.
Dalam kesempatan tersebut, Ratu Dewa juga menyoroti adanya OPD yang tidak mengirimkan kepala dinas dan hanya mengutus staf PPPK untuk mengikuti rapat.
Ratu Dewa meminta peserta yang hadir sebagai perwakilan tidak mengikuti pembahasan apabila tidak memiliki kewenangan maupun penguasaan data yang dibutuhkan dalam rapat.
Sikap tersebut disampaikan Ratu Dewa untuk memastikan pimpinan OPD terlibat langsung dalam koordinasi penanganan genangan dan banjir di Palembang.
Menurutnya, persoalan banjir berkaitan dengan pelayanan publik dan keselamatan masyarakat sehingga membutuhkan koordinasi lintas sektor serta kesiapan masing-masing OPD.
Pemkot Palembang selanjutnya akan mematangkan langkah penanganan berdasarkan tingkat prioritas, mulai dari langkah jangka pendek, menengah hingga jangka panjang, menjelang meningkatnya curah hujan di wilayah Palembang.
(**)











