8 Pelajar Diperiksa Polrestabes Palembang Terkait Pengeroyokan Siswa SMKN 2 yang Viral

Writer: - Senin, 17 Agustus 2026
Polisi melakukan olah TKP di Jalan Demang Lebar Daun, Lorong Gotong Royong, Palembang, lokasi seorang pelajar SMK 2 Palembang diduga dikeroyok sekelompok pelajar. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Sebanyak delapan pelajar sekolah menengah diperiksa penyidik Satreskrim Polrestabes Palembang terkait kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang siswa SMKN 2 Palembang yang videonya viral di media sosial.

Kedelapan pelajar tersebut dijemput polisi dari sejumlah lokasi dan dibawa ke Mapolrestabes Palembang untuk dimintai keterangan, Senin (17/8/2026).

Read More

Kasus tersebut merupakan tindak lanjut atas dugaan pengeroyokan yang dialami korban berinisial EV (17). Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang sebelumnya melakukan pendataan terhadap para pelajar yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Sebagian pelajar dijemput dari sekolah di kawasan Sukabangun, Kecamatan Sukarami, Palembang. Sementara seorang pelajar lainnya dijemput anggota kepolisian saat berada di rumahnya di kawasan Jalan Soekarno-Hatta.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP M Jedi P membenarkan adanya delapan pelajar yang dijemput untuk menjalani pemeriksaan.

“Benar, anggota Satreskrim Polrestabes Palembang menjemput delapan siswa terkait dugaan peristiwa penganiayaan yang dialami korban EV,” ujar Jedi saat dikonfirmasi Sumselupdate.com, Senin (17/8/2026) siang.

Menurut Jedi, kedelapan pelajar tersebut dibawa ke Polrestabes Palembang untuk dimintai keterangan terkait peristiwa pengeroyokan yang terjadi sebelumnya.

“Polrestabes Palembang bekerja sama dengan pihak sekolah dan tokoh masyarakat telah mendapatkan data delapan orang siswa yang terlibat dalam aksi penganiayaan dengan korban EV (17). Mereka sudah dibawa ke Polrestabes Palembang untuk diminta keterangan,” tegasnya.

Dalam proses pemeriksaan, kedelapan pelajar tersebut tidak diperiksa sendirian. Mereka mendapatkan pendampingan dari orang tua, pihak sekolah, serta dinas terkait.

“Ya, saat diambil keterangan, delapan siswa itu didampingi orang tua, pihak sekolah dan dinas terkait,” tutup Jedi.

Polisi masih melakukan pendalaman terhadap keterangan para pelajar, saksi, serta bukti-bukti lain yang berkaitan dengan kasus tersebut untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts