Palembang, Sumselupdate.com – Unit Reskrim Polsek Ilir Barat I Palembang mengidentifikasi kelompok pelajar yang diduga terlibat dalam pengeroyokan terhadap seorang pelajar SMKN 2 Palembang.
Dari hasil penyelidikan awal, para pelajar yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut disebut berasal dari lima sekolah menengah di Kota Palembang.
Kapolsek Ilir Barat I Palembang Kompol Fauzi Saleh mengatakan, identifikasi tersebut dilakukan setelah pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Demang Lebar Daun, Lorong Gotong Royong, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.
Dalam kejadian tersebut, korban berinisial EFR (17), pelajar SMKN 2 Palembang yang berdomisili di Jalan Sako Raya, Lorong Aman, Kelurahan Sako Baru.
Fauzi mengatakan, peristiwa bermula ketika korban bersama sejumlah rekannya berada di sekitar lokasi setelah pulang sekolah.
Saat itu, mereka didatangi sekelompok pelajar yang tidak dikenal.
“Saat kejadian sudah pulang sekolah, mereka sempat duduk di sekitar TKP, lalu didatangi gerombolan pelajar tak dikenal,” ujar Fauzi.
Kelompok pelajar tersebut kemudian datang menggunakan sepeda motor dan secara tiba-tiba melakukan penyerangan terhadap EFR.
Korban sempat berupaya menyelamatkan diri dengan melarikan diri. Namun, para pelaku diduga mengejarnya hingga terjadi aksi kejar-kejaran yang terekam dalam sejumlah video dan kemudian beredar viral di media sosial.
“EFR sempat berupaya kabur sehingga terjadi kejar-kejaran seperti beberapa video yang beredar viral,” katanya.
Sementara itu, sejumlah teman korban yang berada di lokasi memilih melarikan diri karena ketakutan melihat aksi penyerangan tersebut.
EFR kemudian mengalami luka akibat benda tajam dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
“Beberapa teman korban yang melihat karena ketakutan langsung melarikan diri, dan EFR mendapat luka bacok dan harus dilarikan ke rumah sakit,” ujar Fauzi.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek pada bagian lengan kanan yang diduga disebabkan benda tajam.
Polisi kini masih mendalami identitas para pelaku serta motif penyerangan tersebut.
Berdasarkan keterangan awal korban, kelompok pelajar yang diduga melakukan penyerangan diperkirakan berasal dari lima sekolah. Dugaan tersebut didasarkan pada pakaian sekolah yang dikenakan para pelaku saat kejadian.
“Diperkirakan anak yang melakukan penyerangan menurut korban berjumlah lima sekolah, melihat dari pakaian yang digunakan, yaitu SMK Sumsel, SMK 4, SMK UB, SMK Telenika, dan SMK Bistek,” kata Fauzi.
Polsek Ilir Barat I Palembang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan identitas para pelaku dan mengungkap secara utuh kasus pengeroyokan yang menyebabkan seorang pelajar mengalami luka akibat benda tajam tersebut.
Polisi juga akan mendalami rekaman video yang beredar di media sosial sebagai bagian dari upaya mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat.
(**)











