Palembang, Sumselupdate.com — Kualitas udara Kota Palembang pada Rabu (30/9/2026) sempat berada pada kategori Berbahaya. Kondisi tersebut membuat Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengusulkan agar sekolah mempertimbangkan pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Ratu Dewa mengatakan, berdasarkan pemantauan yang dilakukannya, kualitas udara Palembang masih berada pada level tinggi hingga sekitar siang hari. Namun, kondisi tersebut kemudian mengalami perubahan pada sore hari.
“ISPU Kota Palembang tadi pagi sampai pukul 12.00 WIB masih berbahaya. Tapi sore ini saya cek terus updatenya, di posisi tidak sehat,” kata Ratu Dewa, Rabu (30/9/2026).
Berdasarkan pemantauan IQAir yang disampaikan Ratu Dewa, kondisi kualitas udara Palembang sepanjang hari mengalami fluktuasi. Pada dini hari sekitar pukul 04.00-05.00 WIB, indeks kualitas udara sempat mencapai angka 1.443 dan masuk kategori Berbahaya.
Sementara hingga sekitar pukul 10.00 WIB, kualitas udara berada pada kategori Sangat Tidak Sehat dengan angka 318.
Menurut Ratu Dewa, meningkatnya kualitas pencemaran udara juga perlu diikuti dengan perhatian terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Terlebih, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Palembang dilaporkan mengalami peningkatan.
“Saat ini ISPU tinggi dan ada kenaikan penderita ISPA, saya usulkan PJJ meskipun ISPU fluktuatif antara berbahaya, sangat tidak sehat dan tidak sehat,” ujarnya.
Meski mengusulkan pelaksanaan PJJ, Ratu Dewa menegaskan keputusan mengenai pola pembelajaran tetap berada pada masing-masing satuan pendidikan.
Pasalnya, hingga saat ini terdapat sekolah yang telah menerapkan PJJ, sementara sebagian lainnya masih melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
“Tetapi untuk menentukan itu semua, harapan saya baik sekolah ataupun Disdik melibatkan komite dan stakeholder terkait untuk rembuk sehingga menghasilkan kesepakatan bersama,” katanya.
Ratu Dewa berharap keputusan yang diambil pihak sekolah dapat mempertimbangkan kondisi kualitas udara dan kesehatan peserta didik, serta disesuaikan dengan perkembangan kondisi di masing-masing wilayah.
(**)







