ISPU Palembang 282, Sekolah Dibebaskan Pilih PJJ atau PTM Saat Kabut Asap

Writer: - Selasa, 29 September 2026
Kepala Dinas Pendidikan Palembang Affan Prapanca. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com — Kualitas udara Kota Palembang kembali berada pada kategori sangat tidak sehat akibat kabut asap pada Selasa (29/9/2026).

Berdasarkan data pemantauan kualitas udara yang dirangkum dari BPBD dan DLHP Sumatera Selatan, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Palembang tercatat mencapai 282. Parameter PM2,5 menjadi salah satu penyumbang utama tingginya angka tersebut.

Read More

Kondisi tersebut turut berdampak terhadap kegiatan pembelajaran di sekolah. Sejumlah sekolah di Palembang memilih kembali menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), sementara sekolah lainnya masih menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Muhammad Affan Prapanca mengatakan keputusan mengenai pelaksanaan PJJ atau PTM diberikan kepada masing-masing satuan pendidikan.

“Keputusan PJJ atau PTM ada di tangan sekolah, tergantung keinginan para orang tua, PJJ atau PTM,” kata Affan, Selasa (29/9/2026).

Menurut Affan, kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 63 Tahun 2026 tentang pelaksanaan pembelajaran saat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

“Sudah jelas dalam Perwali Nomor 63 Tahun 2026 tentang pelaksanaan pembelajaran saat kabut asap karhutla ditentukan oleh kepala satuan pendidikan masing-masing,” ujarnya.

Affan menjelaskan, pelaksanaan pembelajaran tidak diberlakukan secara seragam untuk seluruh sekolah di Kota Palembang. Kepala satuan pendidikan dapat mempertimbangkan kondisi kualitas udara di lingkungan sekolah sebelum menentukan sistem pembelajaran.

Sekolah yang kondisi udaranya dinilai membaik dapat melaksanakan PTM. Sementara sekolah yang berada di wilayah dengan kualitas udara kurang baik dapat melanjutkan PJJ.

Kebijakan tersebut membuat sistem pembelajaran selama kabut asap berbeda antara satu sekolah dengan sekolah lainnya, tergantung kondisi lingkungan sekolah dan keputusan masing-masing satuan pendidikan.

Di lapangan, sejumlah orang tua siswa juga memiliki pertimbangan berbeda mengenai sistem pembelajaran.

Linda, wali murid salah satu siswa SD Muhammadiyah Palembang, mengatakan anaknya kembali mengikuti PTM sejak Senin (28/9/2026). Menurutnya, pihak sekolah sebelumnya memberikan pilihan kepada orang tua melalui pemungutan suara.

Selain itu, durasi pembelajaran juga dipersingkat selama kondisi kabut asap.

“Karena kabut asap PTM lebih singkat, sebelumnya siswa belajar mulai pukul 06.45 hingga 15.00 WIB, sekarang kegiatan belajar berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 WIB,” kata Linda.

Sementara itu, Rahma, wali murid siswa Ignatius Global School (IGS), memilih agar putrinya tetap mengikuti PJJ selama kabut asap masih tebal.

Menurut Rahma, pihak sekolah menerapkan PJJ mulai Senin hingga Rabu atau sampai 30 September 2026. Setelah itu, pihak sekolah akan melakukan evaluasi kembali untuk menentukan sistem pembelajaran berikutnya.

“Dari edaran itu siswa PJJ mulai Senin sampai Rabu. Ini biasanya ada evaluasi lagi untuk hari selanjutnya PJJ atau PTM. Saya merasa PJJ lebih baik mengingat kondisi kabut asap yang tebal, saya khawatir kesehatan anak saja,” ujarnya.

Sementara itu, jumlah titik panas di Sumatera Selatan dalam pemantauan 24 jam hingga Selasa (29/9/2026) dilaporkan mencapai 1.776 titik. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas kebakaran hutan dan lahan masih menjadi perhatian di Sumsel.

Dengan kualitas udara Palembang yang kembali berada pada kategori sangat tidak sehat, pemantauan kondisi udara menjadi salah satu pertimbangan penting bagi sekolah dalam menentukan pelaksanaan PTM maupun PJJ.

Dinas Pendidikan Kota Palembang sebelumnya menegaskan bahwa keputusan tersebut menjadi kewenangan kepala satuan pendidikan dengan mempertimbangkan kondisi udara di wilayah masing-masing sekolah.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts