Viral! Pengusaha Palembang Pukul Sopir Terduga Penggelap Truk Rp300 Juta, Begini Kronologi dan Klarifikasinya

Writer: - Sabtu, 6 Juni 2026
Tangkapan layar video yang viral di media sosial memperlihatkan seorang pria berinisial IR diduga mengalami penganiayaan saat berada dalam kondisi tangan terikat di sebuah kantor perusahaan di Palembang. Peristiwa tersebut disebut berkaitan dengan dugaan penggelapan satu unit truk milik perusahaan yang sebelumnya telah dilaporkan ke polisi. (Foto; Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Video penganiayaan yang memperlihatkan seorang pria dalam kondisi tangan terikat dipukul menggunakan balok kayu menghebohkan media sosial dan grup WhatsApp di Palembang. Rekaman berdurasi lebih dari satu menit itu memicu beragam reaksi publik setelah tersebar luas sejak Jumat (5/6/2026).

Dalam video tersebut, korban yang diketahui berinisial IR tampak duduk dengan tangan terikat sambil menahan kesakitan saat menerima pukulan bertubi-tubi dari seorang pria yang diduga merupakan pemilik perusahaan tempatnya bekerja.

Read More

Korban bahkan terdengar berulang kali memohon ampun.

“Ampun kak, anak aku kecil kak,” teriak korban dalam video yang beredar.

Sementara pelaku yang terekam dalam video terdengar melontarkan kalimat bernada emosi kepada korban. Bahkan balok kayu yang digunakan untuk memukul disebut patah saat menghantam tubuh korban.

Belakangan diketahui, peristiwa tersebut berkaitan dengan kasus dugaan penggelapan satu unit truk milik perusahaan yang sebelumnya telah dilaporkan ke polisi.

Korban IR diketahui merupakan sopir yang baru sehari bekerja di PT Catur Putra Manggala. Sebelum video viral beredar, IR lebih dulu dilaporkan oleh Direktur PT Catur Putra Manggala, Junaidi (52), ke Polsek Sukarami atas dugaan membawa kabur kendaraan operasional perusahaan.

Menurut laporan yang dibuat, IR melamar pekerjaan sebagai sopir pada Rabu (4/6/2026) dan diterima bekerja setelah memenuhi persyaratan administrasi serta memiliki SIM yang masih berlaku.

Di hari pertama bekerja, IR diberikan kepercayaan membawa satu unit truk Cold Diesel warna kuning bernomor polisi BG 8907 UA tahun 2013 untuk mengisi bahan bakar di SPBU Jalan Soekarno-Hatta Palembang. Ia juga dibekali uang operasional sebesar Rp600 ribu.

Namun setelah meninggalkan perusahaan, kendaraan tersebut tidak kembali. Berdasarkan pelacakan GPS, posisi truk kemudian terdeteksi berada di wilayah Desa Langkan, Kabupaten Banyuasin.

Merasa dirugikan, pihak perusahaan melakukan pencarian dan akhirnya menemukan kembali kendaraan tersebut beserta IR.

Dari sinilah peristiwa yang terekam dalam video viral diduga terjadi.

Kapolsek Sukarami, Kompol Alex Andriyan, membenarkan bahwa IR telah diamankan dan dibawa ke Polsek Sukarami untuk menjalani proses pemeriksaan.

Terpisah, penasihat hukum Junaidi, Benny Murdani SH, memberikan klarifikasi terkait video yang ramai diperbincangkan masyarakat.

Menurut Benny, potongan video yang beredar di media sosial tidak menggambarkan keseluruhan peristiwa yang terjadi sehingga memunculkan persepsi yang dianggap merugikan kliennya.

“Perlu kami luruskan, narasi yang berkembang di media sosial seolah-olah klien kami melakukan penganiayaan tanpa sebab. Faktanya, peristiwa ini berawal dari dugaan penggelapan mobil yang telah kami laporkan ke Polsek Sukarami,” kata Benny dalam konferensi pers di Palembang, Sabtu (6/6/2026).

Ia menjelaskan, kliennya saat itu baru saja menemukan kembali kendaraan perusahaan yang diduga dibawa kabur oleh sopir yang baru sehari bekerja tersebut.

Dalam kondisi emosional akibat merasa mengalami kerugian besar, Junaidi disebut melakukan tindakan spontan yang kemudian terekam dalam video.

“Mobil berhasil ditemukan kembali di wilayah Langkan melalui GPS. Saat itu klien kami terpancing emosi sehingga terjadi tindakan spontan,” ujarnya.

Meski demikian, Benny menegaskan tindakan tersebut bukan merupakan perbuatan yang direncanakan sebelumnya.

“Itu murni reaksi sesaat karena emosi. Tidak ada niat atau perencanaan untuk melakukan penganiayaan,” tegasnya.

Junaidi sendiri mengaku menyesali peristiwa yang kini menjadi perhatian publik tersebut. Ia menyebut emosinya saat itu tidak dapat dikendalikan setelah mengetahui kendaraan operasional perusahaan sempat hilang.

“Saya menyesal atas kejadian itu. Saat itu saya emosi karena merasa sangat dirugikan dan kehilangan kendaraan, namun itu terjadi secara spontan,” ujar Junaidi.

Saat ini, aparat kepolisian masih mendalami dua perkara yang berkaitan dengan kasus tersebut, yakni dugaan penggelapan kendaraan operasional perusahaan dan dugaan penganiayaan yang videonya viral di media sosial.

Polisi juga masih melakukan pemeriksaan terhadap para pihak terkait guna mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang terjadi.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts