Guangzhou, Sumselupdate.com – Delegasi Muhammadiyah melakukan kunjungan kerja di bidang pendidikan dan kesehatan ke China pada 13–19 April 2026.
Kegiatan yang difasilitasi Konsulat Jenderal China di Surabaya ini berlangsung di Provinsi Guangdong, dengan agenda kunjungan ke kota Guangzhou dan Shenzhen.
Delegasi yang berjumlah 29 orang terdiri atas Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, pimpinan universitas, kepala sekolah menengah atas, serta direktur rumah sakit.
Selama kunjungan, rombongan mengunjungi sejumlah institusi, antara lain Universitas Guangzhou, Pusat Medis Perempuan dan Anak yang berafiliasi dengan Universitas Kedokteran Guangzhou, Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Jinan, serta kantor pusat Mindray di Shenzhen.
Kunjungan ini bertujuan memperkuat pertukaran dan membuka peluang kerja sama antara Indonesia dan China di sektor pendidikan dan kesehatan.
Sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah memiliki lebih dari 60 juta anggota dengan jaringan luas hingga tingkat global. Delegasi pun mengaku terkesan dengan pesatnya perkembangan teknologi dan inovasi di China.
Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Tamhid Masyhudi, menyoroti penerapan kecerdasan buatan (AI) di lingkungan kampus Universitas Guangzhou. Menurutnya, sistem pembelajaran berbasis AI mampu menyesuaikan ritme belajar mahasiswa secara real-time.
“Tak disangka, kecerdasan buatan telah merambah berbagai aspek kampus. Kemudahan dan efisiensi seperti ini sangat mengagumkan,” ujarnya.











