Ditodong Sajam, HP Milik Remaja Ini Dirampas dan Diperas Lewat Transfer

Writer: - Jumat, 10 April 2026
Abdul Majid Junior, dan kakaknya saat ditemui usai buat laporan polisi, Kamis (9/4/2026). (Sumselupdate.com/Candra Budiman)

Palembang, Sumselupdate.com — Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Palembang. Peristiwa itu dialami oleh seorang remaja bernama Abdul Majid Junior (18).

Warga asli Ogan Komering Ilir yang tinggal di Palembang ini, mengaku telah menjadi korban penodongan oleh dua orang tidak dikenal yang membawa senjata tajam (sajam). Selain kehilangan Handphone, korban juga dipaksa mentransfer uang kepada pelaku.

Read More

Tidak terima dengan kejadian tersebut, korban didampingi kakaknya Eku melaporkan peristiwa itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, pada Kamis (9/4/2026) sore.

Ditemui usai membuat laporan, kakak korban mengungkapkan bahwa kejadian yang dialami adiknya tersebut terjadi di Jalan KH Ahmad Dahlan, tepatnya di halte depan SD Xaverius, Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil Palembang, pada Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

“Hari ini saya dampingi adik melapor ke SPKT karena telah ditodong hingga diperas oleh dua orang tidak dikenal yang membawa senjata tajam. Saat kejadian adik bersama teman-temannya sedang berteduh di lokasi karena hujan. Tiba-tiba, dua pria datang mendekat sambil mengacungkan senjata tajam. Lalu mereka langsung mengambil handphone dan meminta uang,” jelas Eku.

Baca juga : Perampokan Bersenjata di Indomaret Sekayu, Pelaku Bawa Kabur Rp19,8 Juta

Menurut Eku, ketika kejadian itu terdapat lima unit Handphone milik adiknya dan teman-temannya, terdiri dari empat iPhone dan satu Android. Namun, pelaku hanya mengambil Handphone Android milik korban. “Selain itu, pelaku juga meminta uang Rp 200 ribu yang ditransfer ke GoPay milik terlapor,” terangnya.

Tak sampai disitu, keesokan harinya pelaku kembali menghubungi korban melalui video call menggunakan Handphone yang dirampas. Dalam panggilan tersebut, pelaku meminta uang tebusan agar Handphone bisa dikembalikan.

“Adik saya minta COD, tapi pelaku tidak mau. Katanya hanya bisa transfer, nanti Handphone dikirim lewat paket. Adik saya tidak mau mentransfer pelaku, karena tidak mau di peras. Kami berharap laporan ini segera ditindaklanjuti dan pelakunya ditangkap,” tutupnya.

Baca juga : Identifikasi Peristiwa Perampokan Bersenpi Indomaret di Palembang Berhasil Gasak Rp16 Juta

Sementara itu kepala SPKT Polrestabes Palembang, Iptu Sugriwa melalui Pamapta Ipda Adityan Ammar membenarkan adanya laporan tersebut.

“Laporan sudah diterima di SPKT, selanjutnya akan diteruskan ke Satreskrim untuk segera ditindaklanjuti ke tingkat penyelidikan,” tukasnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts