Situasi Timur Tengah Memanas, RI Putar Otak Amankan Pasokan Minyak Lewat Jalur Baru!

Writer: - Minggu, 29 Maret 2026
Selat Hormuz dari udara. Foto: REUTERS/Nicolas Economou

Jakarta, Sumselupdate.com – Pemerintah Indonesia mulai memperkuat strategi diversifikasi sumber energi sebagai langkah antisipasi ketidakpastian pasokan global, terutama di kawasan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia.

Langkah ini diambil seiring meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mengganggu kelancaran distribusi energi global. Pemerintah pun bergerak cepat dengan memperluas sumber impor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) dari berbagai wilayah di luar Timur Tengah.

Read More

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dwi Anggia, mengatakan diversifikasi dilakukan untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memastikan pasokan tetap aman.

“Kementerian ESDM terus berkomunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk memastikan proses pelintasan kapal Indonesia di Selat Hormuz dapat berjalan aman dan lancar. Dalam proses tersebut, tidak hanya soal muatan, tetapi keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama pemerintah,” ujarnya di Jakarta, Minggu (29/3/2026).

Selain menjaga kelancaran distribusi, pemerintah juga membuka opsi pasokan energi dari berbagai negara sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk memperluas sumber impor minyak.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, memastikan koordinasi dengan pihak Iran terus dilakukan guna menjamin keamanan kapal Indonesia yang melintas di kawasan tersebut.

“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran. Saat ini hal tersebut tengah ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis dan operasional,” jelasnya.

Di sisi lain, PT Pertamina Persero melalui anak usahanya, Pertamina International Shipping, juga tengah menyiapkan aspek teknis dan administratif agar kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam proses tersebut.

“Prioritas kami tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sebagai informasi, sepanjang 2025 Indonesia mengimpor 135,33 juta barel minyak mentah. Sekitar 19 persen di antaranya berasal dari Arab Saudi, sementara sisanya dipasok dari berbagai wilayah lain seperti Afrika, Amerika Latin, Amerika Serikat, Malaysia, dan negara lainnya.

Diversifikasi ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap satu kawasan tertentu sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika global yang terus berubah.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts