PALI, Sumselupdate.com – Peristiwa dugaan tindakan represif kembali mencuat ke publik. Seorang oknum polisi diduga memecahkan kaca mobil truk saat melakukan razia di jalan raya tepatnya di Kelurahan Handayani Mulya tepat di depan rumah dinas Wakil Bupati PALI, yang sontak memicu perhatian masyarakat.
Dalam video yang beredar di media sosial terlihat oknum polisi berinisial R dan D sedang berdebat dengan sopir yang mengemudikan truk tepat di depan rumah dinas wakil bupati
Menanggapi hal tersebut, aktivis muda Edo angkat bicara. Ia menilai perbuatan tersebut mencoreng nama baik institusi kepolisian sekaligus menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Kalau benar ada oknum polisi yang main kasar hingga memecahkan kaca truk, itu jelas penyalahgunaan wewenang. Polisi seharusnya jadi pelindung dan pengayom, bukan malah menakut-nakuti rakyat,” tegas Edo Saputra salah satu tokoh pemuda Kabupaten PALI saat diwawancarai, Rabu (17/9/2025).
Edo juga meminta pihak kepolisian untuk transparan dalam menangani kasus ini. Menurutnya, tidak cukup hanya dengan klarifikasi sepihak, melainkan harus ada penindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang.
Baca juga: Razia Skala Besar Polres Pagaralam di Taman Apung, Puluhan Kendaraan Terjaring
“Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan. Polisi harus memberi contoh yang baik, bukan justru menjadi sumber masalah di jalan raya dan sampai saat ini belum ada klarifikasi dari Kasatlantas Polres Kabupaten PALI mengenai permasalahan oknum polisi dan kami juga mempertanyakan apakah ada surat perintah tugas razia tersebut,” tambahnya.
Baca juga: 20 Pengunjung THM di Kota Palembang Terjaring Razia, Tes Urine Positif Zat Berbahaya
Edo berharap, kasus ini dapat menjadi momentum bagi institusi kepolisian untuk berbenah, memperbaiki etika anggota, serta mengutamakan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas.
Semetara itu, Kasat Lantas Polres PALI, AKP Desram menjelaskan kronologis insiden tersebut. Awalnya petugas tengah mengatur arus lalu lintas di simpang Polres PALI. Saat itu, beberapa truk muatan melintas dari arah Simpang Lima menuju Kantor Bupati.
“Petugas sempat berusaha menghentikan kendaraan tersebut, namun truk-truk itu memilih melaju. Anggota mencurigai kendaraan itu membawa minyak ilegal. Ada lima truk dari arah Jambi–Singkut yang tidak mau berhenti. Setelah dikejar, truk berhasil dihentikan di dekat rumah Wakil Bupati,” ujarnya, Rabu (17/9/2025), dikutif dari sumsel.idntimes.com..
Setelah diperiksa, ternyata truk-truk tersebut hanya mengangkut buah semangka. Namun dalam proses pemeriksaan, salah seorang anggota diduga terbawa emosi hingga memecahkan kaca salah satu truk.
“Anggota yang bersangkutan sudah bertanggung jawab dengan mengganti kerugian kaca yang pecah. Permasalahan juga telah difasilitasi agar selesai secara baik-baik dengan pemilik kendaraan yang berada di Jakarta,” jelasnya.
AKP Desram juga menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Sementara anggota polisi yang diduga melakukan tindakan pemecahan kaca sedang diperiksa Propam Polres PALI.
“Kami dari Satlantas Polres PALI memohon maaf atas kesalahpahaman ini, dan berharap tidak terulang kembali. Kasus ini kini sedang ditangani Propam Polda Sumsel. Anggota yang terlibat sedang diperiksa,” ungkapnya.
(**)











