Palembang, Sumselupdate.com – Hingga 31 Agustus 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat 394 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ogan Ilir menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 106 kejadian, disusul Musi Banyuasin (77), Ogan Komering Ilir (50), Banyuasin (49), dan Muara Enim (37).
“Zona merah tetap di lima daerah tersebut. Sementara zona oranye kini bertambah di Musi Rawas dengan 17 kejadian,” ungkap Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Rabu (3/9/2025).
Meski jumlah kasus meningkat, jumlah hotspot justru menurun. Sepanjang Agustus terpantau 489 titik panas, lebih rendah dibanding Juli yang mencapai 1.321 titik. Total sejak Januari hingga Agustus 2025, jumlah hotspot mencapai 3.336 titik.
Menurut Sudirman, hujan sporadis di beberapa wilayah cukup membantu menekan hotspot, namun ancaman karhutla masih tinggi. BPBD bersama TNI, Polri, dan instansi terkait terus melakukan patroli udara, water bombing, serta ground check di wilayah rawan.
(**)











