Menumbuhkan Pemahaman Melalui LKPD, Mahasiswa Praktikkan Pembelajaran Kontekstual Bilangan berpangkat di Kelas VII MTs Aisyiyah Palembang

Writer: - Rabu, 7 Mei 2025
Siswa kelas VII MTs Aisyiyah Palembang serius mengikuti proses pembelajaran yang digagas Leoni Tri Anisa, seorang mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang melaksanakan praktik mengajar. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

DALAM upaya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi bilangan berpangkat, Leoni Tri Anisa, seorang mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang melaksanakan praktik mengajar di kelas VII MTs Aisyiyah Palembang.

Kegiatan ini difokuskan pada penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dirancang dengan pendekatan kontekstual untuk menggugah minat dan pemahaman siswa

Read More

Kegiatan dimulai dengan melakukan doa bersama dan melakukan kegiatan ice breaking untuk mempersiapkan mental dan fisik siswa.

Setelah melakukan ice breaking, dilanjutkan dengan memberikan materi mengenai bilangkan berpangkat kepada siswa.

Ternyata siswa masih sering mengalami kebingunggan saat dihadapkan pada soal-soal yang melibatkan bilangan berpangkat.

Siswa kelas VII MTs Aisyiyah Palembang serius mengikuti proses pembelajaran yang digagas Leoni Tri Anisa, seorang mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang melaksanakan praktik mengajar. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Di dalam soal yang ada dalam LKPD berbunyi: “Pak Budi memiliki sebuah warung kecil yang menjual berbagai macam kerupuk. Pada hari pertama buka, Pak Budi menjual 5 bungkus kerupuk. Setiap hari, jumlah kerupuk yang dijualnya bertambah dua kali lipat dari hari sebelumnya. Berapa banyak bungkus kerupuk yang dijual Pak Budi pada hari ke-6?”

Soal ini dirancang untuk mengaitkan konsep bilangan berpangkat dengan situasi kehidupan sehari-hari, sehingga siswa dapat lebih mudah memahami dan menerapkan konsep tersebut.

Selama proses pembelajaran, memang terlihat bahwa siswa mengalami kesulitan dalam menerapkan aturan-aturan bilangan berpangkat, seperti kesalahan dalam mengoperasikan eksponen dan memahami sifat-sifat perpangkatan.

Misalnya, beberapa siswa menganggap bahwa  Berlaku untuk semua bilangan, tanpa memperhatikan bahwa aturan ini hanya berlaku jika bilangan pokonya sama.

Siswa kelas VII MTs Aisyiyah Palembang serius mengikuti proses pembelajaran yang digagas Leoni Tri Anisa, seorang mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang melaksanakan praktik mengajar. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Setelah pelaksanaan kegiatan pembelajaran menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berfokus pada pola bilangan, terlihat bahwa siswa menunjukkan beragam pendekatan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan.

Sebagian siswa memilih untuk menyelesaikan soal secara mandiri, mengandalkan pemahaman pribadi terhadap materi yang telah diajarkan.

Mereka menganalisis pola-pola bilangan yang disajikan dalam LKPD dan menerapkan rumus atau strategi yang telah dipelajari sebelumnya.

“Setiap jawaban menyadarkan bahwa tugas guru itu bukan hanya mengoreksi dan memberi tugas saja tetapi harus membantu siswa dalam memahami konsep lewat proses yang disukai siswa”

Ervi Cintiya Bella, salah satu siswa kelas VII setelah menyelesaikan LKPD ini,  merasa paham terhadap materi bilangan berpangkat meningkat secara signifikan.

Leoni Tri Anisa, seorang mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang berfoto bersama dengan Siswa kelas VII MTs Aisyiyah Palembang usai melakukan proses pembelajaran. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Penjelasan yang disertakan dalam setiap langkah sangat membantunya  dalam memahami materi yang sebelumnya terasa kompleks.

Pada saat wawancara siswa ada beberapa mengaku bahwa mereka hanya menghafal rumus tanpa benar-benar memahami maknanya, yang mengakibatkan kesulitan saat menghadapi soal-soal yang memerlukan penerapan konsep secara mendalam.

Andi, menyatakan, “Awalnya saya bingung dengan konsep bilangan berpangkat, tapi setelah belajar dengan metode baru ini, saya jadi lebih paham dan bisa mengerjakan soal-soalnya dengan lebih mudah.”

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa tersebut merekomendasikan penggunaan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan interaktif, seperti penggunaan media visual, diskusi kelompok, dan pemberian soal-soal yang mengaitkan konsep bilangan berpangkat dengan situasi nyata.

Dengan demikian, diharapkan siswa dapat membangun pemahaman yang lebih kuat dan mengurangi terjadinya miskonsepsi dalam materi bilangan berpangkat.

Observasi ini memberikan wawasan berharga bagi pendidik dan calon guru dalam merancang strategi pembelajaran yang efektif, serta menekankan pentingnya pemahaman konsep yang mendalam dalam matematika untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Berdasarkan hasil observasi selama pelaksanaan pembelajaran menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) tentang bilangan berpangkat, dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran ini efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep bilangan berpangkat.

Siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, terlihat dari keaktifan mereka dalam diskusi kelompok dan keberanian untuk bertanya ketika menemui kesulitan.

Identitas Penulis:
Nama: Leoni Tri Anisa
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Prodi Pendidikan Matematika semester:4
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts