Jakarta, sumselupdate.com – Komisi IX DPR RI membidangi kesehatan membentuk Koalisi Bersama (Kobar) lawan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan melibatkan pemerintah maupun swasta.
“Dengan kebersamaan kita, pemerintah, DPR dan swasta melawan dengue ini, saya yakin angka kematian 0 persen akibat dengue tahun 2030 bisa tercapai,” ujar Ketua Kaukus Kesehatan sekaligus Anggota Komisi IX DPR RI Suir Syam usai deklarasi Anggota Koalisi Bersama Lawan Dengue di Lapangan Sepak Bola DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (8/9/2023).
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melkiades Laka Lena, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono, Presiden Director Takeda Andreas Gutknecht, Biofarma , World Mosquito Program (WMP) beserta stakeholder lain.
Menurut Suir Syam, dengue merupakan salah satu ancaman kesehatan masyarakat tanpa memandang usia hingga menyebabkan kematian yang didominasi anak – anak.
Dia menilai, dibutuhkan inovasi dalam menekan infeksi DBD yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dengan penerapan metode Wolbachia.
Politisi dari Fraksi Gerindra ini juga mendorong pencegahan dan penanggulangan dengue melalui vaksinasi. Berkaca dari penanganan Covid – 19, vaksinasi menjadi krusial dan berperan penting.
“Kita lihat vaksinasi sangat efektif menghentikan Covid – 19. Kita berharap, nanti akan ada vaksin untuk dengue ini sehingga dengue bisa kita hilangkan,” katanya.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melkiades Laka Lena menjelaskan, butuh kerja sama dan komitmen bersama dari semua pihak untuk menuju nol kematian Dengue di Indonesia pada 2030.
“Ini sebuah upaya bersama yang bisa kita gelorakan, apabila kita bisa bergandengan tangan semua anak bangsa baik dari pemerintah pusat, daerah, legislatif, eksekutif, dan pihak swasta beserta seluruh elemen masyarakat, mudah – mudahan kita bisa mencontoh bagaimana penanganan covid di DBD ini,” kata Melki.
Dikatakan, seluruh pihak memiliki keunggulan dan peran tersendiri menyadarkan bahaya dengue serta bertindak untuk menanggulangi dengue. Dia pun mendorong upaya promotif preventif dengue sebagai bagian inti dalam agenda transformasi sistem kesehatan Indonesia.
“Kita berharap tingkat kordinasinya semakin bagus sehingga kasus dengue ini bisa ditekan sampai kasus 0 di 2030 bisa tercapai, jadi orang kena dengue mungkin masih ada tetapi kematiannya nol persen,” tegas Melki.
Sebagaimana diketahui, target pengendalian dengue merupakan salah satu komitmen global. Target menurunkan angka kematian (Case Fatality Rate atau CFR) dari 0,80 persen di tahun 2020 menjadi 0,5 persen di tahun 2025 dan 0 persen di tahun 2030.
Dalam rangka memenuhi target tersebut, WHO menetapkan lima strategi atau pilar utama pengendalian dengue, yaitu diagnosis dan manajemen kasus, surveilans terintegrasi dan kesiapsiagaan KLB, pengendalian vektor berkelanjutan dan vaksinasi serta riset operasional dan implementasi.
Implementasi lima pilar utama pengendalian dengue ini telah diadopsi dalam Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021 – 2025, khususnya pada pilar nomor enam yang meliputi metode pencegahan inovatif termasuk vaksin, yang saat ini sudah direkomendasikan oleh asosiasi – asosiasi medis. (duk)











