Jakarta, Sumselupdate.com – Video viral beredar di media sosial. Di mana dalam video tersebut seorang pria nekat bunuh diri dengan tengkurap di tengah rel kereta api.
Diketahui jika pria nekat tersebut seorang tuna wisma berusia 50 tahun ditemukan tewas setelah diduga dengan sengaja merebahkan dirinya di rel perlintasan Stasiun Pasar Senen.
Jenazah pria yang nekat bunuh diri dalam video viral tersebut kemudian telah dibawa ke RSCM untuk proses identifikasi.
Dilansir dari laman Sewaktu.com aksi nekat pria bunuh diri di atas rel kereta itu terekam jelas dalam video viral yang beredar di sosial media.
Diduga pria tersebut mengalami depresi, pria tersebut mengambil keputusan tragis untuk bunuh diri di rel kereta api di daerah Senen, Jakarta Pusat pada Sabtu (8/7/2023) sore.
Video viral pria bunuh diri di rel kereta dekat Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat itu diunggah oleh akun Instagram @rina.senjaa1 pada 9 Juli 2023.
Dalam sebuah video yang beredar, pria tersebut awalnya duduk jongkok di atas rel kereta, dan saat kereta melintas, dia mendadak rebahan di depan beberapa anak muda yang sedang merekam perjalanan kereta api tersebut.
Pria yang mengenakan baju hitam dan membawa tas ransel berwarna merah di belakangnya itu berdiri lalu merebahkan dirinya di rel kereta api tepat beberapa detik menjelang kereta akan melintas.
Tidak terelakkan, tubuh pria tersebut akhirnya terlindas oleh kereta dan nyawanya pun melayang.
Polisi yang datang ke lokasi kejadian mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi jasad pria tersebut karena tidak ada identitas diri yang ditemukan di saku celananya.
Tidak lama setelah kejadian, pria tersebut dievakuasi oleh polisi ke Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.
Aksi nekat pria ini terekam dalam video amatir yang diambil oleh beberapa pemuda di lokasi tersebut. Mereka sempat panik dan berteriak memanggil warga sekitar.
Informasi pria bunuh diri di rel kereta yang viral belakangan ini telah dikonfirmasi oleh Kanit Polsek Senen, Iptu Asep Dadang.
“Ya dari videonya bunuh diri itu. Sudah dibawa ke Cipto, entah bagaimana kita sudah periksa satpam itunya. Setelah itu kita cek TKP, kita cari yang videoin,” ujar Asep, dikutip Sewaktu.com pada 9 Juli 2023.
Asep menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan murni aksi bunuh diri.
Indikasi awalnya adalah korban yang mengalami patah tulang akibat tertabrak kereta, sengaja melintas di sekitar area tersebut.
Korban ditemukan tewas pada pukul 17.15 WIB tanpa membawa identitas apa pun di dalam dompetnya.
“Nah, usianya sekitar 50 tahun, dia adalah tuna karya tuna wisma. Identitasnya tidak ada di dompetnya. Kami sudah memeriksa semuanya, tidak ada KTP. Jika ada KTP, pasti kami akan menghubungi keluarganya,” ujarnya. (swc)











