Ketika Limbah Sabut Kelapa Disulap Menjadi Pot Bunga

Senin, 16 November 2020
Budi Setiawan, warga Desa Tembak Boyo, Kecamatan Buay Madang Timur Kabupaten OKUT, mengolah sabut kelapa menjadi pot bunga dan peralatan rumah tanga, Senin (16/11/2020).

Laporan : Rahmat Agusman

Martapura, Sumselupdate.com  – Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), salah satu wilayah penghasil kelapa yang cukup besar di Sumatera Selatan. Kebutuhan kelapa yang tinggi, membuat limbah sabut kelapa di OKU juga cukup besar.

Read More

Sabut kelapa yang tadinya hanya dianggap sampah atau limbah, di tangan Budi Setiawan, warga Desa Tembak Boyo, Kecamatan Buay Madang Timur Kabupaten OKUT, ternyata bisa disulap menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi, seperti peralatan rumah tangga dan pot bungga.

Diakui Budi, pertama kali terpikir untuk mengolah limbah sabut kelapa ini, karena melihat sabut kelapa yang terbuang percuma. Padahal, sabut kelapa ini memiliki sifat yang tahan lama.

“Sabut kelapa ini kuat terhadap gesekan. Serta tidak mudah patah, tahan terhadap air, tidak mudah membusuk, tahan terhadap jamur dan hama. Selain itu, bahan bakunya melimpah dan murah di OKU Timur,” ucapnya.

Oleh sebab itulah, dia coba mengolahnya menjadi beberapa benda seperti Cocopot (pot yang terbuat dari serabut kelapa). Keunggulan Cocopot sebagai sumber berbahan organik untuk media tanam, tentunya lebih mampu mempertahankan suhu dan kelembaban tanah, hemat air, hemat tenaga kerja, ramah lingkungan, 100 persen dapat didaur ulang dan mempermudah proses pemindahan tanaman. Selain dari itu, sudah pasti lebih murah, ekonomis dan efisien.

“Penggunaan Cocopot sebagai media tanam sangat baik diaplikasikan pada lahan sempit dan kritis sekalipun. Sifat Cocopot ini mudah terurai, sehingga mampu menjaga kesuburan tanah, menambah unsur hara,” lanjutnya.

Dirinya juga menambahkan, bentuknya yang spesifik membuat Cocopot menjadi alternatif untuk menyelamatkan bumi dari pencemaran bahan limbah yang berbahaya, dan dampak perubahan iklim. Membuat sirkulasi udara pada tanaman bisa berjalan dengan baik, sehingga mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman hias.

“Serabut kelapa, menghasilkan tiga bahan utama yaitu Coco Peat dan Coco Fiber dan Cocobristel, untuk media tanam anggrek, hoya dan beberapa macam tanaman lainnya.

“Serta untuk pembuatan produk yang kami hasilkan seperti pot anggrek, keset kaki, sapu, serta beberapa macam jenis bentuk kerajinan berbahan dasar serabut kelapa lainnya,” pungkasnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts