Laporan: Novrico Saputra
Pagaralam,Sumselupdate.com – Ajang Kontes Kopi Speciality Indonesia (KKSI) merupakan kotes prestis bagi para pelaku usaha kopi di seluruh negeri ini. Berbagai kopi terbaik Indonesia ditampilkan di perhelatan ini.
Tercatat pada KKSI IIX 2020 ini ada 485 peserta jenis kopi terbaik Indonesia yang dinilai para juri dari Puslitkoka (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao), dan hanya 3 jenis kopi yang paling terbaik menjadi nominasi di ajang KKSI ke-IIX tahun 2020 ini yaitu jenis kopi Arabika Fullwesh/Semiwesh,Arabika Natural/Dry process, dan Robusta Natural/Dry Process.
Dari pantauan Sumselupdate.com di lokasi berlangsungnya Ajang KKSI, bertempat di area jalan PB Sudirman kabupaten Jember, tercatat ada dua penghargaan yang diraih kopi asal kota Pagaralam, yakni 5 besar dari 210 peserta kategori Robusta serta posisi 8 besar kategori Kopi Robusta dan secara keseluruhan penilaian kopi asal kota Pagaralam mendapat nilai 85,38 dan ini merupakan hasil yang sangat luar biasa prestisius yang dicapai untuk kopi Pagaralam.
Keberhasilan ini merupakan prestasi yang luar biasa, mengingat penampilan kopi asal kabupaten Bandung khusus jenis Arabika ini selalu menjadi pemenang di ajang bergengsi ini, tercatat pada gelaran KKSI ke-12 tahun 2020 di Jember, kopi asal kota Pagaralam ini merebut sekaligus 2 penghargaan, Robusta.
Hasil ini tentunya menjadi inspirasi bagi para pelaku usaha kopi di kota Pagaralam, dan hal ini agar mendapat perhatian dari pemerintah kota Pagaralam.
Diberitakan sebelumnya, Kopi robusta olahan anak muda asli Pagaralam ini mampu menyikirkan sebanyak 480 peserta lainnya se Indonesia. Bahkan Kopi Pagaralam ini masih akan bertanding untuk merebutkan posisi pertama pada Final tanggal 23 Oktober 2020 mendatang.
Bahkan kali ini Kopi jenis Robusta Natural milik Jagad Raye Coffee Desa Tanjung Menang Kecamatan Dempo Selatan masuk lima besar dalam Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI) 2020 yang digelar di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia di Jember.
Daftar lima nama daerah masuk kontes kopi se-Indonesia
1.Pagaralam,Sumatera Selatan
2.Nusa Tenggara Barat
3.Semarang
4.Jambi
5.Bogor

Martien Liando (26) pemilik Kopi Jagad Raye Coffee mengatakan, bahwa pihaknya sengaja mengikut sertaan Kopi Robusta asal Pagaralam ke kontes KKSI tersebut. Hal ini agar Kopi Pagaralam bisa dikenal di Nasional.
“Ini kali pertama kita ikut kontes kopi di KKSI ini. Saya ikutkan Kopi jenis Robusta asli tanaman dari Petani di Pagaralam,” ujarnya.
Usahanya memperkenalkan Kopi Pagaralam dilakukan secara mandiri. Dengan tujuan agar Kopi Pagaralam bisa lebih dikenal secara nasional bahkan internasional.
“Kami berharap raihan ini akan berdampak baik untuk komuditi Kopi di Pagaralam. Dengan terujinya kwalitas Kopi Pagaralam oleh para ahli kopi yang menjadi juri dalam kontes tersebut,” ujarnya.
Ditambahkan Efriansyah, Founder Komunitas Proses Kopi Dempo Selatan bahwa saat ini pengiat Kopi di Pagaralam mulai mengeliat. Untuk itu perlu dukungan pemerintah agar komuditi kopi Pagaralam bisa lebih dikenal sebagai kopi Pagaralam bukan kopi luar.
“Selama ini Kopi Pagaralam hanya dikenal di Pagaralam saja, padahal Kopi Pagaralam ini sudah masuk keseluruh Indonesia. Namun dikenal bukan sebagai Kopi Pagaralam Sumatera Selatan,” ujarnya.
Diharapkan ini akan menjadi langkah awal untuk kesejahteraan para petani kopi dengan dikenalnya kwalitas kopi Pagaralam.
“Jika kwalitasnya sudah ada maka harganya pasti akan ikut membaik,” tegasnya.(**)











