Jangan Anggap Remeh, Efek Cat Minyak Ancam Kesehatan Kulit Manusia Silver

Selasa, 1 September 2020
ANCAM KESEHATAN: Seorang manusia silver sedang meminta sumbangan di lampu merah.

Palembang, Sumselupdate.com-Hampir di setiap persimpangan lampu merah di Kota Palembang, keberadaan manusia silver sangat mudah dijumpai. Hal ini menjadi fenomena baru untuk mengais rezeki.

Tapi sayangnya, demi sesuap nasi ancaman bagi kesehatan yang bisa ditimbulkan bila mereka terus menerus membalurkan cat minyak ke seluruh tubuhnya kapan pun bisa terjadi.

Read More

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr Fauziah mengatakan, meski mereka belum secara pasti mengetahui jenis bahan yang digunakan manusia silver. Namun dari sisi medis bahan kimia apapun itu ketika dibalurkan ke kulit tentu akan memberikan efek, mulai dari alergi, kerusakan kulit dan lainnya.

“Bahan kimia apapun tentu bahaya untuk digunakan di kulit, paling sering muncul adalah alergi. Perlu diwaspadai bila alergi kulit semakin parah,” kata dr Fauziah, Selasa (1/9/2020).

Sementara itu, dr Resti Meifiana, Owner The Fame Skin Care menjelaskan, fenomena manusia silver saat ini menjadi perhatian pengguna jalan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang jenis bahan yang digunakan. Pasalnya, yang dia ketahui adalah bahan berupa cat untuk sablon dicampur dengan minyak.

“Tentu beda sekali dengan bahan cat yang biasa digunakan untuk seniman body painting yang aman bagi badan dan mereka juga memakai cat ini bisa seharian dan re-apply (dioles ulang) berkali-kali agar tidak luntur seharian,” katanya.

Menurutnya, yang dikhawatirkan adalah efek jangka pendek dan efek jangka panjang. Di mana efek jangka pendek dapat berupa dermatitis kontak, gejala ringan dapat muncul seperti merah, gatal, perih yang sering terjadi jika kulit sensitif terhadap bahan tertentu dari cat silver tersebut.

“Sampai gejala berat seperti ruam yang luas hingga melepuh. Sedangkan efek jangka panjang akibat terus menerus terpapar bisa lebih berbahaya lagi,” katanya.

Selain itu, formulasi cat yang bukan untuk penggunaan di kulit yang dioleskan sepanjang hari dan berulang.

“Sensitifitas kulit orang juga berbeda, ada yang nunjukin reaksi dermatitis kontak yang reaksinya cepat, ada yang dalam jangka waktu lama baru ada reaksi,” ujarnya. (Iya)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts