Manfaat dan Risiko Makan Daging Kurban, Jangan Sampai Berlebihan

Writer: - Rabu, 27 Mei 2026
Ilustrasi. (Foto; Sumselupdate.com/Chat GPT)

Jakarta, Sumselupdate.com – Hari Raya Idul Adha identik dengan pembagian daging kurban kepada masyarakat. Daging sapi, kambing, maupun domba segar kerap menjadi menu utama keluarga selama beberapa hari setelah penyembelihan hewan kurban.

Selain memiliki nilai ibadah dan kebersamaan, daging kurban juga mengandung berbagai nutrisi penting bagi tubuh. Namun, konsumsi berlebihan dalam waktu singkat dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan.

Read More

Daging merah dikenal sebagai sumber protein hewani yang baik untuk membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh serta menjaga sistem kekebalan.

Selain itu, kandungan zat besi heme pada daging sapi dan kambing mudah diserap tubuh sehingga bermanfaat membantu mencegah anemia. Daging merah juga mengandung vitamin B12, zinc, dan selenium yang mendukung fungsi saraf, produksi sel darah merah, serta kesehatan tiroid.

Bagi sebagian masyarakat, Idul Adha menjadi kesempatan memperoleh asupan protein berkualitas tinggi yang jarang dikonsumsi sehari-hari.

Namun di balik manfaat tersebut, konsumsi daging kurban secara berlebihan berisiko memicu gangguan kesehatan.

Daging merah mengandung lemak jenuh dan kolesterol cukup tinggi. Jika dikonsumsi terlalu banyak, kondisi ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat atau LDL dalam darah yang berisiko menyebabkan penyakit jantung dan hipertensi.

Selain itu, perubahan pola makan mendadak dari makanan berserat ke konsumsi protein dan lemak tinggi juga dapat mengganggu sistem pencernaan. Keluhan seperti kembung, sembelit, hingga diare kerap terjadi saat konsumsi daging meningkat selama Idul Adha.

Risiko lain yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya kadar asam urat. Kandungan purin yang tinggi pada daging merah dapat memicu nyeri sendi, terutama bagi penderita asam urat.

Konsumsi protein berlebihan juga dapat membebani kerja ginjal dan hati dalam memproses zat makanan di dalam tubuh.

Karena itu, masyarakat disarankan tetap menjaga pola makan seimbang dengan memperbanyak konsumsi sayur, buah, dan air putih serta membatasi pengolahan daging menggunakan minyak berlebih.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts