Studi Ungkap Lemak Perut Picu Penuaan Lebih Cepat, Wanita Berisiko Lebih Tinggi

Writer: - Kamis, 2 Juli 2026
Ilustrasi lemak viseral (visceral fat) di rongga perut yang memperlihatkan perbedaan antara lemak viseral dan lemak bawah kulit. (Foto; Sumselupdate.com/Chat GPT)

Sydney, Sumselupdate.com – Penumpukan lemak viseral atau lemak yang tersimpan jauh di dalam rongga perut ternyata tidak hanya meningkatkan risiko berbagai penyakit, tetapi juga dapat mempercepat proses penuaan biologis dan seluler.

Temuan tersebut diungkap dalam penelitian terbaru yang dilakukan tim peneliti dari University of Western Australia (UWA).

Read More

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Obesity menunjukkan bahwa kadar lemak viseral yang tinggi berkaitan dengan percepatan penuaan, bahkan setelah memperhitungkan indeks massa tubuh (IMT), lingkar pinggang, kadar lemak tubuh secara keseluruhan, hingga faktor gaya hidup.

Dalam penelitian tersebut, tim peneliti menganalisis data hampir 4.800 orang berusia 45 hingga 69 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa pria maupun wanita dengan kadar lemak viseral yang lebih tinggi mengalami penuaan biologis lebih cepat dibandingkan mereka yang memiliki kadar lemak viseral lebih rendah.

Khusus pada perempuan, penelitian juga menemukan hubungan antara tingginya lemak viseral dengan memendeknya telomer, yaitu struktur pelindung di ujung kromosom yang menjadi salah satu indikator utama penuaan sel.

Adjunct Associate Professor University of Western Australia, Zhu Kun, mengatakan lemak viseral merupakan jaringan lemak yang aktif secara metabolik sehingga dapat memicu berbagai proses yang mempercepat penuaan.

“Lemak viseral menghasilkan berbagai protein proinflamasi yang berkontribusi terhadap peradangan sistemik dan stres metabolik,” ujarnya.

Menurut para peneliti, temuan ini semakin menegaskan pentingnya menjaga kadar lemak perut agar tetap terkendali sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan memperlambat proses penuaan.

Mereka juga menjelaskan bahwa kadar lemak viseral dapat diukur menggunakan teknologi pencitraan medis yang saat ini telah banyak digunakan, termasuk dalam pemeriksaan kepadatan tulang.

Para peneliti berharap hasil studi tersebut dapat menjadi dasar bagi upaya pencegahan penyakit kronis dan strategi penuaan sehat melalui pengendalian lemak viseral sejak usia paruh baya.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts