Program MBG dan Utang KDKMP Dituding Gerogoti APBN, Target Ekonomi Prabowo Terancam Gagal

Writer: - Minggu, 16 Agustus 2026
Presiden Prabowo Subianto. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/bay/wsj]

Jakarta, Sumselupdate.com – Target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada 2027 yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dinilai terlalu optimistis. Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, memproyeksikan ekonomi Indonesia tahun depan hanya mampu tumbuh sekitar 4,7 persen.

Nailul menilai target 6 persen sulit dicapai jika melihat berbagai tantangan ekonomi global dan nasional yang masih membayangi Indonesia.

Read More

“Target pertumbuhan ekonomi 6 persen saya nilai terlalu optimis di tengah kondisi ekonomi global dan nasional seperti saat ini,” ujar Nailul dalam kajiannya, dikutip Suara.com –jaringan Sumselupdate.com, Minggu (16/8/2026).

Menurut Nailul, kondisi ekonomi global masih menghadapi ketidakpastian akibat meningkatnya tensi geopolitik. Sejumlah lembaga internasional juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia berada pada level yang relatif terbatas.

World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global sebesar 2,8 persen, sementara OECD memperkirakan 3,1 persen dan IMF sebesar 3,4 persen.

Perlambatan ekonomi sejumlah negara besar, perubahan rezim suku bunga hingga konflik di Timur Tengah juga berpotensi memberikan tekanan terhadap perdagangan global.

Kondisi tersebut, menurut Nailul, dapat berdampak terhadap perekonomian Indonesia, terutama jika permintaan ekspor dan aktivitas perdagangan internasional mengalami pelemahan.

Dari dalam negeri, sejumlah risiko juga dinilai berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi pada 2027.

Risiko tersebut antara lain ancaman El Nino, kenaikan harga barang, pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga minyak dunia hingga potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam jumlah besar.

Berbagai tekanan itu dikhawatirkan berdampak langsung terhadap konsumsi rumah tangga. Padahal, konsumsi rumah tangga selama ini menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan kontribusi lebih dari 50 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Nailul juga menilai ruang pemerintah untuk kembali mengandalkan belanja negara sebagai mesin pertumbuhan ekonomi semakin terbatas.

“Mesin pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran pemerintah pun sudah habis digunakan di tahun 2025-2026. Artinya tidak ada lagi mesin pengungkit pertumbuhan ekonomi tahun depan,” katanya.

Menurut dia, pemerintah justru akan menghadapi tekanan belanja seiring normalisasi sejumlah program. Salah satunya terkait penyesuaian anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) juga dinilai tidak lagi mampu memberikan dorongan yang sama terhadap sektor konstruksi seperti sebelumnya.

Kemampuan pemerintah desa dalam menggerakkan Dana Desa pun diperkirakan semakin terbatas karena sebagian dana harus dialokasikan untuk membayar cicilan utang KDKMP kepada bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

“Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2027 paling tinggi berada di angka 4,7 persen dengan berbagai kondisi seperti kenaikan PHK di tahun 2026, inflasi yang diprediksi akan meningkat dari sisi biaya produksi, sehingga dari sisi konsumsi rumah tangga bisa tertekan,” ujar Nailul.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menetapkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada 2027.

Target tersebut lebih tinggi dibandingkan asumsi pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2026 yang ditetapkan sebesar 5,4 persen.

“Pertumbuhan ekonomi tahun 2027 ditargetkan mencapai 6 persen. Lebih tinggi dari target APBN 2026 sebesar 5,4 persen,” kata Prabowo.

Perbedaan proyeksi tersebut menunjukkan adanya tantangan besar bagi pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan berbagai risiko yang masih membayangi perekonomian domestik.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts