Jelang Penerapan PSBB dan Lebaran, Pasar dan Mall di Palembang Dipadati Warga

Selasa, 19 Mei 2020
Suasana kepadatan pedagang dan warga di Pasar 16 Ilir tepatnya di Jalan Tengkuruk Permai, Kecamatan Ilir Timur I Palembang, Selasa (19/5/2020).

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Lima hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, pasar tradisional dan mall di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) semakin dipadati warga.

Read More

Imbauan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk menjaga jarak saat di kerumunan guna mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19, seolah tak dihiraukan masyarakat.

Sedangkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bakal diterapkan Pemkot Palembang mulai besok, Rabu (20/5), jika Peraturan Walikota (Perwali) Palembang diteken Gubernur Sumsel.

Namun PSBB Palembang ini sifatnya sosialisasi dan untuk penerapan sanksi baru dilakukan H+2 Hari Raya Idul Fitri.

Pantauan Sumselupdate.com di Pasar 16 Ilir tepatnya di Jalan Tengkuruk Permai, Kecamatan Ilir Timur I Palembang, Selasa (19/5/2020), lapak pedagang meluber hingga menutupi sebagian jalan.

Sementara warga yang berbelanja kebutuhan untuk lebaran, membludak. Kondisi ini membuat pengemudi becak, sepeda motor, dan buruh angkut kesulitan untuk melintas.

Bahkan saking padatnya kerumunan warga yang berbelanja di pasar tradisonal itu, untuk melintas dengan jalan kaki pun susah.

Leni (35), warga Kertapati, Palembang mengaku, terpaksa pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan lebaran keluarganya.

“Saya ke sini membeli baju lebaran untuk saya, suami,  dan anak-anak. Sebenarnya saya takut tapi terserah deh kalau cuma ngikuti terus aturan jaga jarak untuk terhindar dari corona ya buat apa. Wabah tak ada habisnya,” cetus Leni (35), warga Kertapati saat ditemui Sumselupdate.com di Pasar 16, Selasa, (19/5/2020).

Menurut Leni, semenjak Covid-19 mewabah, dirinya tak dapat lagi bekerja di toko retail susu karena tempat ia bekerja tutup selama pandemi.

Perempuan tiga orang anak ini mengaku saat ini cuma bisa mengandalkan uang gaji suaminya untuk bertahan hidup.

Hal sama dikatakan Andika, warga Kota Palembang lainnya. Dia mengaku terpaksa berbelanja kebutuhan Idul Hari Fitri lebaran di pasar, meski pemerintah menganjurkan untuk tidak pergi ke tempat keramaian guna menghindari penyebaran virus Corona.

“Sebenarnya takut kalau kita dampak virus Corona, tapi mau bagaimana lagi kita harus memenuhi kebutuhan sehari. Tapi kita akan berusaha untuk menghindarinya (jaga jarak –red),” ujar Andika.

Kepadatan pembeli tak hanya di Pasar 16 Ilir, Pasar 26, Pasar Padang Selasa, namun sejumlah mall pengunjung ikut ramai, seperti di Palembang Square.

Namun memang pengunjung di mall ini tak seramai tahun sebelumnya menjelang Hari Raya Idul Fitri. Di mana tahun 2019 lalu Covid-19 belum mewabah.

Menanggapi ramainya pasar dan pusat perbelanjaan menjelang lebara, Walikota Palembang Harnojoyo, Senin (18/5/2020), mengatakan, sebelum PSBB diterapkan, Pemkot Palembang baru sebatas mengeluarkan surat edaran dan tidak bisa dibarengkan dengan sanksi.

Nantinya, menurut Harnojoyo, H+2 Idul Fitri maka efektif pengenaan sanksi terhadap pelanggar PSBB. Draf perwali itu Rabu (20/5) sore akan diserahkan ke gubernur. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts