Tingkatkan Pelayanan Perpustakaan, Universitas PGRI Palembang Gelar Pelatihan Pengunaan Aplikasi Sistem Informasi

Senin, 25 November 2019
Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr H Bukman Lian, MM, MSi menyampaikan kata sambutan dalam pelatihan penggunaan aplikasi sistem informasi serta E-Learning dan pemasangan aplikasi di Aula Usman Madjid Lantai 5 Universitas PGRI Palembang, Sabtu (16/11/2019) lalu.

Palembang, Sumselupdate.com – Menghadapi sistem informasi perpustakaan yang mengalami perkembangan sangat pesat ditambah masuknya era Revolusi 4.0, Universitas PGRI Palembang menggelar pelatihan penggunaan aplikasi sistem informasi serta E-Learning dan pemasangan aplikasi (Cerah Informasi dan Digital).

Pelatihan yang digelar di Aula Usman Madjid Lantai 5 Universitas PGRI Palembang, Sabtu (16/11/2019) lalu, dihadiri oleh Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr H Bukman Lian, MM, MSi, Warek II, Dr Yasir Arafat, SE, MM, Kepala UPT Perpustakaan Universitas PGRI Palembang, Dr Sri Wahyu Indrawati, MPd.

Read More

Turut hadir Pembina Perpustakaan Universitas PGRI Palembang, Drs Djunaidi, MSLS, Kepala UPT Perpustakaan dan Arsip (Perpustakaan Unsri), Novita Olivien, Mhum, dan  seluruh karyawan di bagian perpustakaan di lingkungan Universitas PGRI Palembang.

Peserta pelatihan penggunaan aplikasi sistem informasi serta E-Learning dan pemasangan aplikasi menyimak arahan dari Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr H Bukman Lian, MM, MSi.

 

Dalam sambutannya, Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr H Bukman Lian, MSi, MM mengatakan, perpustakaan adalah tempat orang-orang yang hebat, pintar, dan tempat orang yang penuh dengan ilmu.

Maka dari itu, menurut Rektor perpustakaan dibutuhkan orang yang ahli dalam bidang IT.

Hal ini penting menurut Rektor, karena perpustakaan adalah di mana semua orang terhubung dengan dunia digital. Perpustakaan sebagai suatu media penyimpanan ilmu pengetahuan.

Dikatakannya, seorang pustakawan/pegawai perpustakaan harus mampu menjawab tantangan-tantangan yang muncul, salah satunya harus meningkatkan kompetensi dari pustakawan itu sendiri.

Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr H Bukman Lian, MM, MSi.

 

Seorang pustakawan/pegawai perpustakaan juga harus mampu meriset secara dalam mengenai data. Dan pengetahuan luas di bidang teknologi serta kemampuan yang baik.

“Perpustakaan harus berani mengubah mindset yang awalnya sebagai pusat informasi, akan tetapi harus sebagai pusat aktivitas. Dan paling penting perpustakaan harus siap berbenah diri dan bertransformasi,” kata Rektor.

Ditambahkan Rektor, perpustakaan harus aktif menjalin kerja sama dengan perpustakaan lain, seperti perpustakaan fakultas dan Pascasarjana yang ada di lingkungan Universitas PGRI Palembang.

Dikatakannya, dengan aktif menjalin kerja sama maka perpustakaan tidak hanya sebagai pusat ilmu pengetahuan. Akan tetapi sebagai pusat aktivitas dan sebagai pusat rekreasi menjelajah dunia.

Peserta pelatihan penggunaan aplikasi sistem informasi serta E-Learning dan pemasangan aplikasi menyimak materi yang disampaikan narasumber.

 

Sementara itu, Kepala UPT Perpustakaan Universitas PGRI Palembang, Dr Sri Wahyu Indrawati, MPd mengatakan, Perpustakaan Universitas PGRI Palembang sudah terakreditasi A dari Kepala Perpustakaan Nasional RI pada tahun 2015 dengan Nomor 15/ee/XII/2015.

Berkaitan kegiatan pelatihan penggunaan aplikasi sistem informasi serta E-Learning dan pemasangan aplikasi ini, menurut Sri Wahyu Indrawati, diikuti oleh kepala perpustakaan fakultas dan staf perpustakaan Pascasarjana Universitas PGRI Palembang sebanyak 15 peserta dan sembilan orang dari perpustakaan universitas.

Sri Wahyu Indrawati mengatakan, latar belakang digelarnya pelatihan ini karena sistem informasi perpustakaan dari waktu ke waktu mengalami perkembangan yang sangat pesat dan ditambah masuknya era Revolusi 4.0, maka diperlukan langkah-langkah yang tepat sehingga pelayanan kepada perpustakaan bisa cepat.

“Untuk memacu kinerja tersebut sesuai dengan slogan Universitas PGRI Palembang menuju digital Cyber Library dengan pelayanan Cyber University, maka kami merasa perlu melakukan otomasi perpustakaan tidak hanya di perpustakaan pusat tapi juga perpustakaan fakultas dan Pascasarjana melalui pelatihan seperti ini,” katanya.

Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr H Bukman Lian, MM, MSi berfoto bersama dengan pejabat dan peserta pelatihan.

 

Pastinya, kata Sri Wahyu Indrawati, tujuan dari pelatihan ini melaksanakan otomasi pelayanan perpustakaan, mempersiapkam kepala perpustakaan/staf fakultas, dan menjaring anggota baik dosen maupun mahasiswa untuk berlangganan aplikasi buku elektronik.

Sedangkan Pembina Perpustakaan Universitas PGRI Palembang, Drs Djunaidi, MSLS mengungkapkan, buku dan buku eletronik harus sejalan dan beriringan.

Dikatakannya, perpustakaan tetap membeli buku dan E-book. Seorang pustakawan/pegawai perpustakaan harus tahu bagaimana mengklasifikasi data, harus menguasai di luar kepala data yang ada di perpustakaan.

Senada dikatakan pemateri pelatihan, Novita Olivien, MHum yang mengungkapkan bahwa setiap perguruan tinggi harus memiliki perpustakaan yang memenuhi standart nasional pendidikan.

Di samping itu, menurut dia, perpustakaan harus memiliki koleksi dan pengembangan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). (hyd)

 

 

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts