Pagaralam, Sumselupdate.com – Rasa kecewa masyarakat Sandar Angin, Kelurahan Rebah Tinggi, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan terhadap panitia Offroad Kejurnas Pangdam II Sriwijaya, berimbas ditutupnya lokasi tanah marga oleh masyarakat.
Rasa kecewa muncul lantaran masyarakat Sandar Angin yang melakukan pungutan portal masuk pada acara tersebut, mendapat panggilan petugas Polres Pagaralam.
Menanggapi hal tersebut Ketua Pelaksana Offroad Kejurnas Pangdam II Reber Hendrik Yamin menjelaskan, bahwa pungutan tersebut tidak diperbolehkan dan pihaknya hanya memperbolehkan parkir serta lapak jualan di lokasi offroad.
“Memang tidak ada perjanjian tapi kita hanya memperbolehkan untuk parkir dan lapak, kalau masalah pungutan masuk itu bukan tanggung jawab kami,” ujar Hendrik.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa awalnya Tanah Padang Serunting Sandar Angin dipakai untuk Offroad Kejurnas yang digelar Pemerintah Kota Pagaralam. Saat itu masyarakat diperbolehkan mengambil iuran parkir dan lapak jualan.
“Tapi apa yang dilakukan masyarakat Sandar Angin, mereka malah meminta pungutan masuk event Kejurnas Offroad Pangdam II di Sirkuit Padang Serunting Sandar Angin,” terangnya
Maka dari itu, menurut Hendrik, pihaknya tidak akan bertanggung jawab terkait pungutan masuk Offroad Kejurnas Pangdam II, namun untuk parkir dan lapak pihaknya tidak akan lepas tangan. (ric)











