PALI, Sumselupdate.com – Teka-teki terkait masa depan Rahmadi (17) warga Desa Sungai Baung, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang menderita gizi buruk akibat dikurung dalam kandang kambing oleh orang tua kandungnya sendiri akhirnya terjawab.
Hasil mediasi bersama Dinas Sosial, Dinas Pemberdaaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinkes PALI diwakili Puskesmas Desa Sungai Baung, Kades Sungai Baung serta kedua orangtua kandung dari Rahmadi, Kamis (22/8/2019).
Rahmadi akhirnya dikembalikan dan tinggal bersama orangtua kandungnya. Namun begitu, dari hasil media tersebut ada kesepakan yang harus dijalankan keluarga Rahmadi.
“Jika mereka (orangtua Rahmadi) masih melakukan hal yang sama (mengurung dan memukul) anaknya, maka mereka siap diproses hukum. Itu tertuang dalam surat perjanjian yang dibuat,” ujar Fahruddin, Kabid Sosial dan Rehabilitasi Dinas Sosial PALI.
Menurut dia, orangtua Rahmadi melakukan perbuatan menelantarkan anak lantaran tidak mengetahui kalau bisa dikenakan hukum pidana yang diatur dalam Undang-undang Perlindungan Anak.
“Jadi, setelah kita mediasi dan melakukan pendekatan, penyuluhan dan pencerahan secara persuasif pada orang tua, dalam surat perjanjian itu mereka bersedia mengurus dan merawat kembali anaknya dengan baik,” jelasnya.
Sementara itu Bari (50) dan Warti (48) kedua orangtua Rahmadi mengaku tega mengurung anaknya karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan jika ditinggalkan sendirian di rumah.
Karena, kata Bari, akibat tuntutan untuk membiayai ekonomi kehidupan mereka, ia bersama sang istri sejak pagi sudah pergi ke kebun untuk menyadap karet.
“Kalau ditinggalkan sendirian, dia (Rahmadi) suka keluyuran. Jadi, takutnya kalau main ke jalan bisa tertabrak kendaraan,” katanya.
Selain itu, dirinya mengurung Rahmadi di belakang rumah dalam kotak layaknya sebuah kandang kambing, lantaran tidak percaya jika bisa ditinggal sendirian. Hal ini lantaran kondisi Rahmadi yeng mengalami keterbelakangan mental serta tunawicara.
“Kalau ditinggal sendirian di rumah, kami juga takut terjadi apa-apa. Karena dia (Rahmadi) suka sembarangan pegang barang,” katanya. (adj)











