Herman Deru Andalkan Program 100.000 Sultan Muda pada Asesmen TPKAD Award 2026, Pembiayaan Hampir Rp1 Triliun

Writer: - Sabtu, 1 Agustus 2026
Gubernur Sumsel H. Herman Deru memaparkan Program 100.000 Sultan Muda saat asesmen virtual TPKAD Award 2026 di Griya Agung, Palembang. Program tersebut telah menghimpun 10.956 wirausaha muda dengan nilai pembiayaan mendekati Rp1 triliun dan menjadi andalan Sumsel dalam memperluas inklusi keuangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menjadikan Program 100.000 Sultan Muda sebagai andalan dalam asesmen virtual Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Award 2026 yang berlangsung di Griya Agung, Jumat (31/7/2026).

Di hadapan tim penilai dari kementerian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akademisi, dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Herman Deru menjelaskan bahwa Program Sultan Muda merupakan gerakan strategis yang mengintegrasikan pengembangan kewirausahaan muda dengan perluasan akses pembiayaan, hilirisasi, dan digitalisasi ekonomi.

Read More

“Program ini menjadi unggulan TPKAD Sumsel karena mampu mengintegrasikan pengembangan kewirausahaan muda dengan perluasan akses pembiayaan, hilirisasi, dan digitalisasi ekonomi,” ujar Herman Deru.

Menurutnya, pelaksanaan program dilakukan melalui kolaborasi bersama OJK, Bank Sumsel Babel, perbankan Himbara, perbankan swasta, serta 17 TPKAD kabupaten/kota di Sumsel.

Herman Deru juga menyampaikan bahwa Sumsel menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mengukuhkan seluruh TPKAD kabupaten/kota secara nasional.

Ia menilai Sumsel memiliki potensi besar di sektor perkebunan, pertanian, pertambangan, hingga perikanan yang dapat terus dikembangkan melalui pembiayaan produktif, hilirisasi, digitalisasi, dan kolaborasi lintas sektor.

Hingga saat ini, sebanyak 10.956 Sultan Muda telah bergabung dalam ekosistem tersebut. Para pelaku usaha muda itu memperoleh akses pembiayaan, pendampingan usaha, peningkatan kapasitas, hingga peluang ekspor.

Empat strategi utama yang dijalankan dalam Program Sultan Muda meliputi perluasan akses keuangan, penyaluran Kredit Sultan Muda, business matching, serta penguatan ekosistem kewirausahaan. Nilai pembiayaan yang telah disalurkan pun mendekati Rp1 triliun.

Sebagai pusat pembinaan, Pemprov Sumsel bersama OJK Sumsel membentuk Sultan Muda Center yang menjadi wadah bagi pelaku usaha muda untuk memperoleh pendampingan, coaching, serta fasilitasi akses keuangan.

Selama 1,5 tahun terakhir, Sultan Muda Center telah menggelar sedikitnya 182 kegiatan peningkatan kapasitas. Selain itu, Pemprov Sumsel juga mengembangkan Kartu Anggota Sultan Muda sebagai identitas resmi sekaligus basis data terintegrasi untuk mengakses pelatihan, mentoring, business matching, hingga berbagai program pengembangan usaha.

Herman Deru mengatakan Program Sultan Muda turut berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Saat ini, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sumsel tercatat sebesar 3,59 persen atau lebih rendah dibandingkan angka nasional. Tingkat kemiskinan turun menjadi 9,85 persen atau untuk pertama kalinya berada pada level satu digit.

Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 74,76, rasio gini sebesar 0,298, dan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,35 persen.

“Tingkat pengangguran terbuka kita menurun. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap capaian tersebut adalah Program Sultan Muda. Dengan wilayah Sumsel yang luas dan memiliki 17 kabupaten/kota, 241 kecamatan, serta 3.258 desa dan kelurahan, dibutuhkan pionir-pionir muda yang mampu mengakselerasi pembangunan,” katanya.

Ia menambahkan, mayoritas peserta Program Sultan Muda berasal dari Generasi Z, milenial, dan Generasi Alfa yang dinilai memiliki keunggulan dalam memanfaatkan teknologi dan informasi.

Selain memperluas akses keuangan, Program Sultan Muda juga diarahkan untuk memperkuat daya saing produk unggulan daerah melalui Program Sultan Muda XporA yang menghubungkan pembiayaan dengan pengembangan komoditas ekspor.

Menurut Herman Deru, ekosistem ketertelusuran ekspor yang dibangun mampu meningkatkan daya saing produk Sumsel sekaligus membuka peluang pasar internasional.

Dalam sesi asesmen, Guru Besar Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Candra Fajri Ananda, mengapresiasi langkah Pemprov Sumsel dalam mengurangi ketergantungan terhadap fluktuasi harga komoditas melalui hilirisasi.

Ia menilai Program Sultan Muda berpotensi melahirkan pelaku usaha baru yang pada akhirnya mampu memperluas basis penerimaan daerah.

Tim penilai juga mendalami berbagai aspek program, mulai dari skema pembiayaan perbankan, perlindungan pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan, hingga strategi menjaga daya saing ekspor.

Menanggapi hal tersebut, Herman Deru menjelaskan bahwa hilirisasi di Sumsel telah menghasilkan sejumlah produk bernilai tambah, di antaranya ekspor arang batok kelapa serta pengembangan bioavtur berbahan baku kelapa yang dikembangkan generasi muda di Kabupaten Banyuasin.

Sementara itu, Tim Asesmen OJK, M. Ismail Riyadi, menilai paparan Herman Deru disampaikan secara lengkap dan komprehensif.

Menurutnya, keberhasilan Sumsel mengintegrasikan inklusi keuangan dengan pengembangan komoditas melalui hilirisasi berpotensi menjadi model bagi provinsi lain di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Sumsel didampingi Kepala OJK Sumsel Arifin Susanto, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumsel, serta perwakilan Sultan Muda Sumsel.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts