Irisan Antara Berita Hoaks dan Berita yang Benar Sangat Tipis

Kamis, 22 Agustus 2019
Gubernur Sumsel H Herman Deru saat menyampaikan sambutan dalam rapat kerja AMSi dan seminar Nasional serta Workshop Cek Fakta di Roca Caffe and Resto di Jalan Demang Lebar Daun Palembang, Kamis (22/8/2019).

Palembang, Sumselupdate.com – Antara berita benar dan berita bohon atau hoaks sangat tipis irisannya. Maka dari dibutuhkan pemahaman yang ekstra dari pembaca serta kesadaran yang baik bagi masyarakat untuk memilah berita sebelum disebarkan.

“Dengan adanya UU ITE saat ini membuat setiap ketikan di tombol berhadapan dengan hukum jika kebohongan publik dan pembunuhan karakter seseorang dilakukan. Jadi jangan langsung menyebarkan berita secara sembarangan,” tegas Gubernur Sumsel H Herman Deru saat membuka kegiatan rapat kerja AMSi dan seminar Nasional serta Workshop Cek Fakta di Roca Caffe and Resto di Jalan Demang Lebar Daun Palembang, Kamis (22/8/2019).

Read More

Deru mengatakan, setiap mengangkat pemberitaan hendaknya dilibatkan setiap unsur. Kearsipan seorang pejabat publik sangatlah penting guna mengetahui apa saja yang sudah disampaikan kepada publik.

“Bukan lagi rahasia bagi masyarakat untuk selalu tahu perkembangan setiap saatnya. Jadi pejabat publik harus la rajin belajar serta meningkatkan pengetahuannya. Sehingga kapanpun wartawan butuh konfirmasi selalu siap,” jelasnya.

Gubernur Sumsel H Herman Deru, Koordinator Bidang Organisasi AMSI Pusat, Suwarjono, Pokja Pengaduan Etik Dewan Pers, Rustam Fahri Mendayun, Sekretaris Dinas Kominfo Kota Palembang, Efran Mendayun, dan pengurus AMSI pusat, Sumsel berfoto bersama.

 

Gubernur Sumsel mengingatkan wartawan agar setiap membuat pemberitaan bisa memberikan edukasi kepada masyarakat.

Langkah edukasi ini penting, karena menurut Deru, di negara maju berita hoaks hampir tidak ada. Sebab kesadaran hukum masyarakat di negara tersebut sudah sangat tinggi.

“Ini peran bersama untuk membuat rumusan tentang apa yang harus ditingkatkan dalam mengatasi masalah pemberitaan. Seperti media, pemerintah dan lainnya harus bahu membahu agar masalah hoaks menjadi bukan masalah lagi di Sumsel ini,” tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Organisasi AMSI Pusat, Suwarjono yang menjadi nara sumber Seminar Nasional serta Workshop Cek Fakta mengatakan, ada tiga alasan munculnya berita hoaks.

Alasan pertama untuk kepentjngan politik. Di mana pada tahun 2014 menjadi tonggak kemunculan berita hoaks dan pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 berita hoaks menyebar cepat dan masif.

Kemudian alasan kedua adanya kepentingan bisnis. Di mana pada tahun 2014 banyak orang membuat website yang abal-abal.

Di mana tujuannya menurut Pemred Suara.com ini untuk mendapatkan uang. Berita hoaks dibuat tujuannya hanya mencari klik atau jumlah view. Sehingga tak heran, website-website seperti ini ini banyak ditutup pemerintah.

Selanjutnya, kepentingan ketiga untuk ideaologi atau perang agama atau SARA.

“Situasi di Manokwari Papua menjadi panas salah satunya dengan menyebarnya foto dan video kerusuhan yang belum tentu kebenarannya,” katanya.

Maka dari itu, menurut dia, AMSI hadir untuk meminimalisir berita hoaks dengan membikin cek fakta. Tujuannya untuk verifikasi foto dan video apakah palsu atau tidak. (edo)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts