Kayuagung, Sumselupdate.com – Wakil Bupati (Wabup) Ogan Komering Ilir (OKI)), HM Djakfar Shodiq optimis rencana pembangunan jembatan penghubung Sumatera Selatan (Sumsel)-Bangka Belitung (Babel) mampu mendongkrak ekonomi dua provinsi tersebut hingga lima persen.
“Saya yakin itu ekonomi antara Bangka Selatan dan OKI akan semakin baik. Bukan hanya sekitar dua sampai tiga persen, malah bisa sampai lima persen untuk kenaikannya. Insya Allah dapat meningkatkan ekonomi masyarakat karena kita sudah punya hitung-hitungan,” jelasnya.
Dja’far Shodiq menilai, kerja sama yang dilakukan dengan Pemkab Bangka Selatan (Basel) yang ditandatangani pada Jumat, (26/7/2019) merupakan langkah tepat dalam pembangunan daerah.
Dan tingginya produktivitas beras di Kabupaten OKI, menurut dia, potensial untuk dikirim ke Basel dan sekitarnya.
“Kita punya beras dan produk-produk pertanian sedangkan Basel potensi lautnya luar biasa, jadi bisa saling menguatkan nantinya,” ungkap Shodiq.
Bupati Bangka Selatan, H Justiar Noer berharap implementasi perjanjian kerja sama antara kedua daerah diharapkan adanya percepatan pembangunan baik di Kabupaten Bangka Selatan maupun di Kabupaten OKI.
“Ada percepatan pembangunan yang kita harapkan baik itu dari distribusi barang maupun orang, mengingat saat ini melalui moda laut maupun udara sangat berbiaya tinggi,” ungkap Justiar.
Justiar menilai ke depannya kedua daerah ini akan saling mengisi baik secara ekonomi maupun pelayanan pemerintahan.
“Potensi di Basel bisa di bawa ke Sumatera melalui OKI, selain itu kita butuh bahan mentah yang ada di Sumsel untuk energi maupun pangan,”paparnya.
Di bidang pelayanan pemerintahan kerjasama antara Pemkab OKI dan Basel berupa pendataan dan penertiban dokumen administrasi kependudukan dan pencatatan sipil.
Dari laporan Disdukcapil Basel, banyak warga masyarakat asal OKI berdomisili di wilayah Basel demikian warga Basel di wilayah OKI.
“Kita ini dipisahkan lautan dan akan terhubung jembatan, jadi penting untuk saling menguatkan termasuk dalam penertiban administrasi kependudukan,” katanya.
Sedangkan untuk menekan kecelakaan di laut melalui jalur tikus antara OKI dan Basel, Kedua pihak (Pemkab OKI-Pemkab Basel) gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat agar berjalan sesuai aturan yang ada.
“Kalau yang ilegal itu tidak segera mungkin kita bina, takutnya kalau menemui permasalah maka akan sulit untuk mengcovernya. Di lalulintas Kabupaten OKI dan Bangka Selatan,” tukasnya. (ban)











