Jakarta, Sumselupdate.com -Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian, SH yang diciduk dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) tiba di Gedung KPK, Minggu (4/9), sekitar pukul 22.00.
Yan yang ditangkap menerima suap terkait pemulusan pemberian izin dikawal ketat oleh penyidik KPK.
Yan Anton yang turun dari mobil Kijang Innova itu tampak mengenakan kemeja kotak-kotak warna merah biru putih. Sambil menunduk, Yan langsung masuk ke ruang KPK.
Setidaknya total ada enam mobil yang tiba di KPK. Selain Yan, ada tiga orang lainnya dibawa ke Gedung KPK yang diduga merupakan para pejabat Pemerintah Kabupaten Banyuasin.
Bupati Yan Anton ditangkap siang tadi saat mengikuti acara pengajian di rumah dinasnya. Saat melakukan penangkapan, tim KPK juga mengamankan uang yang hingga kini masih dihitung jumlah totalnya. Uang itu diduga adalah uang suap dari seorang pengusaha.
Sebelumnya, penangkapan Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian, dalam OTT di rumah dinasnya diduga kuat terkait diciduknya adik dari sang kepala daerah.
Seorang sumber menyatakan, penyidik KPK telah mengamankan adik kandung Yan Anton Ferdian, berinisial AK, di kediamannya di Palembang. AK dicokok sekitar pukul 20.00 bersama seorang pengusaha.
Dalam OTT siang tadi, Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian diamankan beserta Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin Umar Usman, Kepala Bagian Rumah Tangga Banyuasin Bustamin, dan satu orang pengusaha.
OTT KPK tersebut berlangsung di Rumah Dinas Bupati Banyuasin yang terletak di Komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Banyuasin di Pangkalan Balai, Banyuasin, Sumatera Selatan.
Penangkapan terjadi saat di rumah dinas tersebut sedang acara yasinan menjelang Bupati Banyuasin dan istri berangkat haji pada Rabu, 7 September 2016 mendatang.
“Iya memang Bupati Banyuasin akan berangkat haji sebelum OTT oleh KPK,” sebut salah satu petugas yang enggan disebutkan namanya.
Dalam acara yasinan itu hampir seluruh pejabat Banyuasin hadir, mulai dari kepala dinas, anggota dewan, muspida dan tokoh masyarakat.
Acara semakin khidmat dengan dibacakannya surat yasin dan doa selamat agar bupati dan keluarga diberkahi menjalankan ibadah suci.
Tiba-tiba suasana gembira tersebut berubah drastis setelah anggota KPK dikawal Brimob bersenjata lengkap datang, meringsek masuk ke rumah dinas bupati.
Tak berapa lama, mereka keluar kembali membawa Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian serta Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin Umar Usman, Kepala Bagian Rumah Tangga Banyuasin Bustamin, dan satu orang pengusaha.
Empat orang tersebut diangkut terpisah oleh KPK menggunakan empat mobil inova meluncur ke Palembang.
Penyebab dibawanya Bupati Yan Anton Ferdian cs oleh KPK masih simpang siur.
Mulai dari kasus korupsi dana Bansos pengadaan sepeda motor untuk KUA menjelang Pilgub Sumsel, kasus pidana Pilkada Banyuasin yang telah menangkap tersangka Merki Bakri, suap izin perusahaan perkebunan, dan kasus lainnya. (tra/dtk)











