Palembang, Sumselupdate.com – Setelah beberapa hari melakukan penyelidikan, akhirnya petugas Unit Jatanras Ditreskrium Polda Sumsel menangkap empat pelaku pembunuhan Ristal Alam, Satpam PT London Sumatera (Lonsum) Kabupaten Lahat dan ternyata kejadian ini didalangi Kades Suka Makmur.
Keempat pelaku yakni Herliansyah (29) warga Desa Tanah Pilih, Kelurahan Tanah Pilih, Kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat. Najamudin warga Desa SP 3 Palem Baja Desa Suka Makmur, Kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat.
Yandri (35) warga Desa Tanjung Baru, Kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat dan Risansi alias Anggok yang merupakan Kades Suka Makmur.
Informasi dihimpun, kejadian bermula pada Kamis (20/9), sebelum melakukan aksi penganiayaan, Kades Suka Makmur Risansi mengumpulkan warga di Balai Desa untuk bermusyawarah. Bahwa lahan sawit di Blok 85 di areal PT Lonsum belum diganti rugi untuk itu harus dipertahankan.
Karena lahan tersebut adalah warisan orangtua dan Kades mengajak warga mencegah PT Lonsum memanen buah sawit. Kemudian, Kades menghasut warga untuk bentrok dengan perusahaan, jika aksi pencegahan yang mereka lakukan dihalangi perusahaan.
Setelah musyawarah, keesokan harinya Jumat (21/9), kebetulan PT Lonsum melaksanakan panen buah sawit dan didatangi tujuh orang yang diketuai Kades Suka Makmur, Risansi dengan membawa senjata tajam. Sesampainya di areal PT Lonsum rombongan dihalangi korban Ristal Alam.
Saat itu datang dari belakang pelaku Herliansyah langsung membacok leher dan punggung korban hingga korban meninggal dunia di lokasi kejadina.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Budi Suryanto mengatakan, bentrok warga dan PT Lonsum berawal adanya sengketa lahan yang mengakibatkan salah satu satpam PT Lonsum meninggal dunia. Aksi pengeroyokan yang menewaskan satu orang tersebut didalangi oknum Kades Suka Makmur.
“Sebelum mereka melakukan pengeroyokan, Kades sempat mengumpulkan warganya untuk bermusyawarah. Bahwa di areal PT Lonsum akan dilakukan panen buah sawit,” katanya.
Lanjutnya, setelah bermusyawarah warga mendatangi areal perkebunan PT Lonsum untuk mencegah panen, sampai di lokasi, warga dihalangi satpam. “Saat dihalangi itu salah satu pelaku dari belakang membacok leher belakang dan punggung hingga korban meninggal dunia di lokasi,” bebernya.
Sementara itu, pelaku Herliansyah mengatakan, sebelum aksi pengeroyokan terjadi warga dikumpulkan oleh Kades yang katanya akan ada musyawarah di Balai Desa terkait sengketa lahan warga dengan PT Lonsum. “PT Lonsum akan memanen sawit untuk itu harus kita halangi karena lahan tersebut milik kita dari warisan orang tua kita, jadi kalau mereka tetap memanen harus kita halangi. Apapun resiko termasuk bentrok,” tukasnya. (tra)











