Minyak Mentah KSO Pertamina Diduga Cemari Lingkungan, DPRD PALI Meradang

Minggu, 29 April 2018
Tanah yang menghitam akibat kondisi ceceran minyak yang meluas perkebunan warga di pumping SP#BKB 69 PT BBP.

PALI, Sumselupdate.com Mendengar adanya kabar pompa minyak atau pumping pada sumur minyak di Stasiun Pengumpul (SP) BKB#69 milik PT Benakat Barat Petroleum (BBP) di Talang Padang Desa Benakat Minyak, Kecamatan Talang Ubi,  membuat jajaran DPRD Kabupaten PALI, berang dan meradang.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten PALI, Devi Harianto SH, MH meminta KSO PT BBP memperhatikan lingkungan dalam mengeksplorasi minyak dan gas.

Read More

Politisi Partai Demokrat itu juga mendesak kepada KSO PT BBP dan Pertamina EP Asset II Field Pendopo harus mengambil langkah konkret untuk mengatasi ceceran minyak yang meluas ke tanah dan perkebunan warga.

“Jangan dibiarkan minyak mentah mengalir  ke tanah, PT BBP dan Pertamina EP II Pendopo, harus cepat mengatasi percikan minyak mentah,” kata Devi.

Devi meminta Pertamina EP Asset II  jangan tutup mata terhadap KSO Pertamina PT BBP yang melakukan eksplorasi minyak mentah di Bumi Serepat Serasan.

“Pertamina EP Asset II harus bertanggung jawab juga terhadap ceceran minyak mentah PT BBP. Di Kabupaten PALI ada 12 KSO yang mengeksplorasi minyak. Jangan hanya mau mengeruk hasil bumi PALI tetapi tidak mau menjaga dan melestarikan lingkungannya,” tegas Devi.

Sementara Plt Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten PALI Yuhairudin mengaku, sudah menginstruksikan jajarannya untuk meninjau lokasi tumpahan minyak mentah.

Namun terkendala kondisi di lokasi yang harus ditempuh dengan mobil doubel cabin, maka petugas DLH dan Pertamina Pendopo secara bersama akan meninjau lokasi tersebut pada Senin (30/4), besok.

“Kita lagi DL di Jakarta, tadi saya hubungi Kabid, karena lokasi medan perlu mobil doubel cabin, maka Senin ini DLH dan Pertamina meninjau lokasi SP 69,” jelas Yuhairudin.

Sementara itu, Legal and Relation  Pertamina Aset II EP Pendopo, Ryan belum banyak komentar terkait ceceran minyak mentah dari pumping 69 milik KSO PT BBP.

“Belum tahu, belum ada laporan, saya sendiri baru tahu dari bapak, dari HSE dan PT BBP belum ada lapor, nanti saya  konfirmasi ke BBP,” kata Ryan ketika dihubungi sejumlah media melalui via handphone.

Disinggung apakah layak atau tidak pumping SP 69 untuk mengeksplorasi minyak mentah penyalur SP induk mengeluarkan ceceran. Ryan tidak bisa komentar lebih lanjut.

“Gak tahu kondisi layak atau tidak (pumping –red) , karena belum melihat secara langsung dan belum ada laporan,” jelas Ryan. (adj)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts