Sekayu, Sumselupdate.com – Setelah dilakukan penyisiran, korban tabrakan antara kapal pengangkut batubara TB Karya Pasific 2202 dengan kapal patroli milik TNI AL, akhirnya ditemukan.
Tim gabungan menemukan jasad Koptu Marhusoyin (anggota Posmat TNI AL Jeti-Mangsang –red) pada Senin (26/3/2018) sekitar pukul 07.30 di Sungai Lalan, Desa Mangsang, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Muba.
Dari informasi yang dihimpun, saat ini jenazah korban kecelakaan laut tersebut dievakuasi ke Lanal Palembang oleh Basarnas dan TNI AL dengan menggunakan spead Sea Rider milik Basarnas.
Penemuan jasad korban berawal pada Senin (26/3/2018), sekitar pukul 07.00, tim gabungan mulai melaksanakan pencarian dengan menggunakan tiga speedboat milik Basarnas Sumsel dan Lanal Palembang.
Kekuatan dalam tiga speedboat tersebut yakni lima personel dari Koramil 401-05/Bayung Lencir dengan dipimpin Danramil Kapten Arm Zainal Arifin, sembilan personel Basarnas dipimpin Kapten Masdikul Muhtar, delapan personel TNI AL dipimpin Kapten Bangun, dab dua personel KPLP dipimpin Syarif H.
Setengah jam kemudian, tim gabungan berhasil menemukan jasad korban di areal Sungai Lalan Desa Mangsang (sekitar 2 km dari TKP) dengan kondisi terapung dan sudah meninggal dunia.
Pukul 08.10 jenazah korban langsung dievakuasi ke Lanal Palembang oleh personel Basarnas dan TNI AL dengan menggunakan spead Sea Rider milik Basarnas.
Sebagaimana diketahui, insiden kecelakaan tabrakkan antara kapal pengangkut batubara TB Karya Pasific 2202 dengan kapal Patroli milik TNI AL, terjadi di perairan Desa Mangsang Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Muba, Sabtu (24/3/2018), sekitar pukul 20.10.
Akibat kecelakaan tersebut, kapal patroli milik TNI AL tenggelam dan 1 anggota yang saat itu berpatroli hilang yakni Koptu Marhusoyin.
Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti melalui Kabag OPS Kompol Erwin S Manik, Minggu (25/3), mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, anggota TNI AL bertugas di Pos pengamat TNI AL Mangsang sedang melaksanakan patroli bersama 1 orang warga.
Namun pada saat melakukan patroli mesin kapal patroli mati di tengah sungai dan kondisi sangat gelap.
Sehingga pada saat kapal pengangkut batubara TB Karya Pasific 2202 yang dinahkodai kapten kapal menabrak kapal patroli TNI AL tersebut. Akibat kejadian itu kapal patroli TNI AL dan Koptu Marhusoyin tenggelam. (est)











