Muarabeliti, Sumselupdate.com -Untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi gesekan antara TNI-Polri di Mura, Muratara, dan Lubuklinggau, Dandim 0406 Mura, Muratara dan Lubuklinggau Letkol Inf M Tohir menyatakan akan memperbanyak kegiatan.
Dengan banyaknya kegiatan dapat menciptakan kebersamaan sehingga tercipta rasa damai, aman dan tertib. Namun yang terpenting memberi arahan kepada bawahan masing-masing.
“Jadi untuk apa ribut-ribut. Apabila dilapangan ada anak buah saya yang ribut, kita jewer. Maksudnya anak buahnya kalau nakal pasti dijewer,” tegasnya.
Tidak itu saja sebagai pimpinan harus dapat memberikan penjelasan kepada anggota, bahwa masing-masing mempunyai tugas dan fungsi yang sama dalam rangka menciptakan suasana damai, aman dan tenteram.
Makanya untuk menciptakan rasa aman, tertib dan damai, mulai dari pimpinan sampai bawahan harus menjaga kekompakan.
Selama seminggu menjabat sebagai Dandim 0406 Mura sudah tentu masih mempelajari situasi dan berharap kondisinya lebih baik lagi dari yang kemarin. Dirinya berkeyakinan, terkait masalah gesekan aparat TNI-Polri dapat direduksi.
Dia menjelaskan, harus diingat bahwa pada dasarnya TNI-Polri mempunyai tugas yang sama yakni menjaga keutuhan keamanan, keselamatan dan kelangsungan pemerintah Indonesia.
“Jadi tidak ada perbedaan. Hanya dibagi tugasnya, teman-temn dari kepolisiain terkait masalah kamtibmas, kita melaksanakan tugas kita juga dalam rangka pertahanan,” ungkapnya.
Kemudian, melaksanakan tugas lain seperti perbantuan pemerintah daerah, kepada Polri dan melaksanakan kegiatan-kegiatan pembinaan teritorial terhadap masyarakat.
“Masalah gesekan TNI-Polri dapat direduksi. Sebab kita mempunyai tugas yang sama. Ini yang menciptakan suatu wilayah tertib,” jelasnya.
Caranya dengan mempererat hubungan dalam bentuk kegiatan-kegiatan bersama. Kemudian membuat event yang sifatnya membangun kebersamaan, memberikan penjelasan kepada anggota masing-masing.
“Kita mempunyai tugas yang mengarah pada fungsi yang sama dalam rangka menciptakan suasana damai aman dan tenteram,” ujar dia. (one)











