Muarabeliti, Sumselupdate.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) meningkatkan kewaspadaan terhadap masuknya virus sapi jembrana.
Salah satu bentuk antisipasi itu, peternak di wilayah Mura dilarang membeli sapi dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Provinsi Bengkulu.
Kadispernakan Mura, Heriyanto melalui Sekretaris Dispernakan Mura Tohirin, mengatakan, sampai saat ini belum ada sapi di wilayah Mura yang terserang virus jembrana.
Kendati belum ada, pihaknya tetap mengeluarkan larangan kepada seluruh peternak sapi supaya tidak mendatangi atau membeli semua jenis sapi berasal dari dua daerah yakni Kabupaten Muba maupun Bengkulu.
Sebagaimana diketahui, Kabupaten Muba menjadi wilayah perbatasan dengan Provinsi Jambi, di mana virus jembrana menyerang sapi di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.
Sapi yang terjangkit virus jembrana juga ditemukan di wilayah Bengkulu Selatan dan Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.
“Kita masih terus melakukan pengawasan dengan berkoordinasi dengan perangkat desa. Yang pasti sampai sekarang masih aman dari virus jembrana,” kata Tohirin.
Dia menambahkan sebagian besar kecamatan di wilayah Mura merupakan sentra beternak sapi, di antaranya mulai dari Kecamatan Tugumulyo, Purwodadi, Sumberharta, Megang Sakti, Kecamatan Muara Lakitan, Muara Kelingi, Jayaloka, Tuah Negeri, dan Sukakarya.
“Ada dua kecamatan yang tidak menjadi sentra ternak sapi, yakni Kecamatan Selangit dan Tuan Pumpung Kepungut ,” bebernya.
Terpisah, peternak sapi di wilayah Kecamatan Tugumulyo, Feri mengatakan, sejak mengurusi ternak belum pernah menemukan adanya sapi terjangkit penyakit berbahaya.
Begitu juga dengan virus jembrana, semua pihaknya bersyukur hanya menemukan penyakit menyerah ternak sapi sebatas terserang deman.
Sebagaimana diketahui, virus jembrana hanya menyerang sapi bali. Sapi yang terserang berumur lebih dari 1 tahun dan yang terbanyak berumur 4-6 tahun. (ain)











