Tim Rimau Gulung Komplotan Belawong, Terlibat 21 Kali Kejahatan, Termasuk Perampokan Toke Kopi di Pagaralam

Kamis, 9 November 2017

Palembang, Sumselupdate.com – Komplotan perampok sadis lintas provinsi, yakni Sumsel, Lampung, Bengkulu dan Jambi, Eko Riyadi warga Bengkulu Selatan, Misgianto alias Belawong warga Kecamatan Tungkal, Kabupaten Banyuasin dan Gusti Komang Sujana warga Kabupaten OKI terpaksa menghentikan aksinya.

Setelah mereka dibekuk Tim Rimau Subdit III Jatanras Ditreskrium Polda Sumsel dan Satreskrim Polres Pagaralam dari kediaman mereka masing-masing, Senin (6/11).

Read More

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti empat pucuk senjata api rakitan yang digunakan saat beraksi, uang puluhan juta sisa hasil kejahatan, puluhan gram emas, satu unit mobil Xenia, tiga unit sepeda motor, buku tabungan serta beberapa lembar STNK.

Berdasarkan catatan dari pihak kepolisian setidaknya ada 21 kali aksi kejahatan dilancarkan komplotan ini, meliputi empat di Pulau Sumatera, diantaranya 12 kali di Sumsel, termasuk perampokan toke kopi di Kota Pagaralam yang menyebabkan korban Darul Kutni meninggal dunia.

Kemudian dua tempat kejadian perkara di Provinsi Jambi, serta enam di Provinsi Lampung dan satu di Provinsi Bengkulu. Modus yang digunakan komplotan ini dengan mendobrak pintu rumah korban menggunakan kayu balok, lalu pelaku mengancam korban menggunakan senpi dan sajam.

Bahkan mereka tidak segan melukai atau membunuh korban jika melakukan perlawanan. Pengakuan tersangka Eko Riyadi dirinya ikut merampok bersama komplotan Belawong empat kali dengan hasil rampokan puluhan juta. Saat beraksi dia bertugas diluar rumah saat rekan-rekan nya berada didalam rumah korban.

“Saya berjaga diluar rumah dengan memegang golok, yang membawa Senpi Belawong dia juga yang menembak korban waktu merampok ditouke kopi di Pagaralam saat itu uang korban empat ratus juta kami ambil saya dapat bagian tiga puluh juta, uang sudah habis saya belikan bibit singkong,” akunya.

Sementara itu, Komang alias Belawong yang menjadi otak perampokan touke kopi di Pagaralam mengakui kalau dirinya lah yang menembak sebanyak dua kali. “Memang saya yang menembak korban saat itu, tapi saya tidak tahu kalau dia meninggal,” katanya.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan komplotan Belawong ini terbilang sadis saat menjalankan aksi perampokan yang mereka lakukan bagaimana tidak dengan menggunakan senjata api rakitan mereka tidak segan melukai bahkan membunuh korban apabila melakukan perlawanan.

“Tercatat ada 21 TKP di empat provinsi yang telah dirampok komplotan ini, saat ini masih ada beberapa pelaku belum tertangkap. Untuk barang bukti uang yang tidak begitu besar karena sudah dibelikan tanah dan kendaraan. Kami juga menangkap beberapa penadah emas hasil kejahatan,” tandasnya.

“Tentunya kami dari pihak kepolisian berharap nantinya kepada hakim maupun jaksa untuk menghukum pelaku dengan hukuman yang seberat beratnya karena komplotan ini sudah menghabisi dua nyawa korban yang mereka rampok,” Zulkarnain menambahkan. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts