Keluarga Korban Minta Polisi Transparan Ungkap Motif Pelaku

Minggu, 24 September 2017
Ilustrasi

Palembang, Sumselupdate.com – Tewasnya Minggu Bahruddin (29) secara tak wajar masih menyisakan kesedihan yang mendalam bagi seluruh kerabat, terutama keluarga besar almarhum. Ditambah lagi banyak nya kejanggalan yang menimbulkan tanda tanya.

Untuk itu, melalui Kuasa hukumnya, Muhammad Yusuf Amir SH, pihak keluarga meminta kepolisian mengungkap kasus kematianmanajer K3 Waskita Karya ini dengan transparan dan menjelaskan motif para pelaku yang menghabisi nyawa korban.

Read More

“Kami juga telah melayangkan surat ke Kapolresta Palembang yang isinya memberikan petunjuk agar pihak kepolisian menyelidiki lebih dalam lagi siapa saja yang terlibat dalam pembunuhan korban,” ujar Yusuf, Minggu (24/9/2017).

Selain itu kata dia, kejanggalan yang dirasakan yakni jedah ditemukan mayat korban di TKP, kawasan eks bioskop Cineplex Cinde antara pukul 18.32 sampai menjelang Isya. Padahal saat itu korban baru saja mengunjungi Studio Foto Raflesia dan ini dibuktikan dengan struk pembayaran pengambilan foto di studio foto tersebut.

“Saat korban ditemukan di TKP dan ada video suara Adzan Isya, artinya korban meninggal menjelang adzan isya. Kejanggalan kedua status WA korban yang isinya ‘Kalau aku lemah menyatakan kebenaran pada hari ini, lantas apa yang harus aku ucapkan pada orang-orang setelah aku nanti’, jika dikaitkan dengan pekerjaan saat ini di Waskita mungkin ia mengalami ganjalan dan tantangan,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Polisi harus menyikapi dan mengungkapkan kejanggalan – kejanggalan stutus WA yang diungkapkan korban sebelum dia meninggal dengan mitra kerja ataupun rekan kerjanya. Polisi juga harus meminta rekaman CCTV distudio foto Raflesia ada apa tidak pelaku distudio foto tersebut kalau memang ada berarti korban ini sudah dibuntuti.

“Bukannya kami tidak menerima kalau dua orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tetapi kami meminta pihak kepolisian untuk mengungkap motif dari pembunuhan mengingat banyak kejanggalan yang terjadi,” bebernya.

Sementara itu, Hasbi (32) kakak kandung Minggu Bahruddin mengatakan sudah mengikhlaskan kepergian dari adiknya, namun sebagai pihak keluarga dirinya hanya meminta pihak kepolisian untuk mengungkap kejanggalan yang hingga saat ini belum bisa diterima oleh pihak keluarga.

Apalagi korban meninggal nya dengan cara yang mengenaskan. “Dari tubuh adik saya ada delapan luka tusukan yang besar dan ada beberapa luka tusukan kecil yang terdapat di tubuh adik saya,” katanya. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts