PASI Sumsel Sebut Birokrasi KONI Ruwet dan Tak Dukung Prestasi Atlet

Rabu, 5 Juli 2017
Sekum PASI Sumsel, Zulfaini M Ropi

Palembang, Sumselupdate.com – Minimnya dukungan pendanaan prestasi atlet yang berbanding terbalik dengan euforia acara olahraga membuat pengurus cabang olahraga berang.

Hal tersebut diperparah dengan birokrasi pendanaan KONI Sumsel dengan sistem rembes yang tak kunjung dibayar. Alhasil, sejumlah kejurnas nyaris tak diikuti dan menunggak pendanaan serta berefek pada atlet.

Read More

Sebut saja cabang olahraga atletik yang merupakan peraih medali emas di PON Jawa Barat tahun lalu terpaksa absen pada single event Kejuaraan Nasional Jateng Open pada Agustus mendatang.

Selain minimnya pendanaan, pengurus cabang olahraga juga menyesalkan birokrasi yang tak mendukung proses prestasi. Pasalnya, jangankan mensupport delegasi Kejurnas Atletik, biaya kejurnas yang dijanjikan akan dibayar lima bulan ke belakang belum ada kejelasan.

“Sekarang mau mengirim atlet, biaya yang kemarin (Kejurnas sebelumnya-red) saja pakai dana pribadi dulu, katanya mau diganti, tapi sampai lima bulan. Uangnya itu ada, tapi tahu dihambur-hamburkan, bukan untuk prestasi,”sesal Sekretaris PASI Sumsel Zulfaini M Ropi, Rabu (7/4/2017).

Pria yang juga sebagai salah satu pengurus di KONI Sumsel ini menilai bahwa para pengurus harian KONI tak mengedepankan prestasi atlet. Sehingga hal ini perlu diperbaiki agar perkembangan atlet semakin bagus, apalagi menghadapi PON 2020.

“Jadi setiap kirim atlet, pakai dana sendiri dulu, nanti diganti. Dan ini terus terjadi lama. Ini kan kebutuhan paling penting,” tegas Zulfaini.

Sehingga sebagai pengurus cabang olahraga dan pengurus KONI Zulfaini menyesalkan dengan adanya birokrasi yang tak pro terhadap prestasi atlet. (sbw)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts