Pergunu Sumsel Soroti Sistem Full Day School

Selasa, 13 Juni 2017
Ketua Pergunu Sumsel Ahmad Zainuri
Palembang, Sumselupdate.com – Terkait pemberlakuan beberapa sekolah dalam penerapan sistem sekolah sehari atau lebih trend disebut Full Day School, ditanggapi serius oleh Persatuan Guru Nahdatul Ulama (Pergunu) Sumsel.
Dalam konteks Nahdlatul Ulama di mana masyarakatnya banyak yang menyelenggarakan kegiatan diniyah, TPQ dan lain sebagainya, Full Day School jelas merugikan karena eksistensi lembaga diniyah dan TPQ yang menjadi karakteristik NU terancam bubar.
Karena itu, forum menolak pemberlakukan FDS jika pelaksanaannya akan merugikan agama, siswa, orang tua, dan atau lembaga pendidikan lain seperti madrasah diniyah dan lain-lain. Forum menerima dengan catatan FDS dapat dikemas sinergi dengan kegiatan pendidikan lain.
“Gagasan pemberlakukan Full Day School harus didahului dengan kajian komprehensif yang matang. Selain itu jika Full Day School diberlakukan, maka standar minimal pendidikan harus dipenuhi oleh pemerintah,” ujar Ketua Pergunu Sumsel Ahmad Zainuri, Selasa (13/6/2017).
Hal ini sambung Zainuri merujuk pada pada hasil Kongres Pergunu se Indonesia beberapa waktu lalu yang secara umum menolak pemberlakuan Full Day School.
“Selain itu jika Full Day School diberlakukan, maka penentuan pendidik agama harus disepakati/disetujui oleh wali murid,” tandasnya. (sbw)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts