Sumsel Sudah Memasok Narkoba ke Bangka dan Bengkulu

Kamis, 13 April 2017
Ilustrasi

Palembang, Sumselupdate.com – Dalam rapat koordinasi penanggulangan narkoba di Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Tommy Aria Dwianto tak menapik kalau Sumsel darurat narkoba.

Dirinya menyebut, secara Nasional, per hari selalu ada 40-50 generasi muda yang mati karena narkoba. Sehingga untuk meminimalisir hal itu, pemerintah harus hadir dalam berantas narkoba di Lapas, Sekolah, Bandara, Pelabuhan, perbatasan dan tempat-tempat lainnya.

Read More

Mantan Kapolresta Palembang ini juga menyebut, Sumsel juga merupakan pemasok narkoba ke Bangka dan Bengkulu dan kebanyakan narkoba di Sumsel masuk dari Kabupaten OKI. “Di wilayah Sumsel, pasok terbanyak di daerah perkebunan. Serta 90 persen di antaranya berangkat dari jalur darat,” katanya, Kamis (13/4/2017).

Sementara itu menurut Kabid Rehabilitasi BNN Sumsel H Ahmad Bustari, peredaran narkoba masih menjadi ancaman di masyarakat. Terutama, para generasi muda yang beberapa kali kedapatan mengonsumsi narkoba dan bahkan tak sedikit dimanfaatkan untuk menjadi kurir.

“Ya, sesuai dengan pembahasan tadi. Bisa dibilang kalau Sumsel darurat narkoba,” tutur Bastari, dibincangi usai rapat koordinasi.

Menurutnya, sepanjang tahun ini, pihaknya mentargetkan ada 960 pecandu yang direhabilitasi. Sedangkan di 2016 lalu, dari 1.008 target yang ditetapkan, terealisasi sampai 1.028 pecandu yang direhabilitasi.

“Sejauh ini baru tercapai 108 yang direhabilitasi. Kita bekerja sama dengan lima lembaga komponen masyarakat untuk tempat rehab,” imbuhnya seraya menyebut, yakni Ar Rahman, Mitra Mulia, Cahaya Putra Selatan, Yayasan Indah Maharani dan Asshofa.

Sedangkan untuk usia yang menjalani rehabilitasi yang paling banyak di kisaran umur 21-49 tahun dan yang paling dominan usia 21-30 tahun.

Ia menjelaskan, per 2015 lalu biaya rehap tak lagi ditanggung pemerintah. Dimana perbulannya, bisa menghabiskan Rp3,5 juta hingga Rp4 juta. “Jadi kita imbau para pecandu untuk menyerahkan diri supaya direhap. Kalau tidak, kami akan tentukan sendiri tempat rehabnya,” tandasnya. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts