Hindari Kekerasan Siswa, Ratusan Guru Digembleng Ramah Mengajar

Rabu, 29 Maret 2017
Workshop tentang kekerasan terhadap siswa yang digelar di Aula Universitas PGRI Palembang.

Palembang, Sumselupdate.com – Merujuk pada kekerasan siswa yang terjadi beberapa waktu lalu di SMP Negeri Palembang menjadi pukulan telak lemahnya daya mengajar dunia pendidikan khususnya di Kota Palembang.

Mencermati kejadian tersebut, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumsel menggelar workshop bagi guru agar kegiatan serupa tak terjadi kembali.

Seminar Nasional yang digelar di aula Universitas PGRI Palembang diikuti sedikitnya 550 guru dari berbagai daerah dengan menghadirkan Sekjen KPAI RI Erlinda, Komisioner KPAD Kota Palembang sekaligus ketua Pokja Perlindungan Anak, Hj Tri Widayatsih.

Ketua PGRI provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H Ahmad Zulinto mengatakan kegiatan seminar ini bagaimana pendidikan anak di sekolah  menjadi ramah, saat ini guru sudah dibekali dengan kompetisi akademik dan pengetahuan sosial.

“Tentu dengan adanya ini kami harap dapat memberikan penguatan anak terhadap guru, bagaimana menciptakan ramah anak melalui workshop yang memiliki dan masukan informasi bagaimana mendidik Anak dengan lemah lembut. Pastinya tidak dengan cara kekerasan,” katanya.

Kekerasan anak di dalam sekolah sebetulnya sudah ada batasan, sebab mereka sudah diberikan sebuah pengetahuan pedagogik, di mana isi pengetahuan tersebut mengajarkan cara mendidik dengan baik dan benar.

“Kalau menyangkut fisik tentu kita sangat melarang, kami harap orang tua siswa jangan membesarkan jika anaknya terkena hukuman seperti di senggol tapi pada saat laporan orang tua katanya di tabok, seharusnya para orang tua siswa turut mendidik anaknya untuk mengikuti aturan yang ada di sekolah, sehingga tidak ada miss komunikasi,” jelasnya.

Sekali lagi pihaknya, tidak membenarkan adanya menghukum anak dengan cara kekerasan, kalau bisa para guru sekolah bisa menghindari aksi kekerasan anak.

“Kita harap dengan seminar ini para guru bisa menerapkan bagaimana pendidikan ramah anak untuk mencegah kekerasan anak,” ungkapnya. (sbw)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts