Baturaja, Sumselupdate.com – Pesan berantai di media sosial terkait isu penculikan anak nampaknya juga meresahkan masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Ya, akhir-akhir ini para orang tua merasa khawatir dan dibayangi rasa takut jika anak mereka jadi korban penculikan.
Pantauan di lapangan tidak sedikit masyarakat merasakan ketakutan yang berlebih. Sampai saja ada yang mengunci pagar rumah mereka. Bahkan melarang anak mereka bermain jauh dari lingkungan rumah.
“Pagar pun saya kunci sekarang. Anak bermain juga saya awasi. Terlepas benar atau tidak, yang penting harus diantisiapasi,” cerita Yon. Bahkan, menutrutnya, sampai-sampai pasca isu tersebut ia tidak berani meninggalkan anaknya yang bermain di luar.
Walau hal ini belum pasti kebenarannya, namun para orang tua merasa sangat terganggu.
Sementara itu, untuk menetralisir isu kasus penculikan yang merebak dan meresahkan orang tua dan anak di wilayah hukum Polres Ogan Komering Ulu (OKU), aparat kepolisian turun ke sekolah-sekolah.
Melalui upacara Senin pagi selaku pembina upacara, anggota Babinkamtibmas Polres OKU meminta para murid, guru, dan orang tua / wali murid tidak perlu berlebihan menanggapi informasi berantai di media sosial, yang menyebarkan kabar hoax soal aksi penculik yang diinformasikan beraksi di berbagai wilayah di OKU, khususnya Kota Baturaja.
Seperti yang disampaikan Babinkamtibmas wilayah Kelurahan Sukajadi, Brigadir Polisi (Brigpol) Ardian, ketika menjadi pembina upacara Senin pagi (20/3/2017), di Sekolah Dasar (SD) Negeri 18 OKU. Dia meminta para siswa sekolah ini untuk tetap waspada terhadap orang-orang tak dikenal.
“Kalau ada orang tak dikenal mau mengajak pergi, adik-adik sebaiknya jauhi dan jangan ikuti. Nanti orang tuanya bingung mencari kalau adik-adik tidak tidak pulang tepat waktu,” saran Brigpol Ardian dalam arahannya.
Dia pun menegaskan, apa yang dihebohkan di media sosial terkait aksi penculikan, seperti di Kelurahan Air Gading, Sukajadi, dan beberapa lokasi lainnya di Baturaja, itu tidaklah benar.
“Itu (aksi penculikan-red) tidak benar. Kabar tersebut hoax yang disebarkan orang-orang tak bertanggung jawab untuk membuat resah para orang tua dan masyarakat Baturaja,” tambahnya.
Brigpol Ardian juga meminta siswa untuk rajin belajar, semangat menempuh ilmu dan mematuhi peraturan sekolah. Sebab, kata dia, bila siswa belajar dengan sungguh-sungguh tentu akan menjadi lebih pintar. Dan ilmu yang didapat di bangku SD akan menjadi dasar menuntut ilmu ke tingkat lebih tinggi lagi.
“Siapa yang mau jadi polisi ? Kalau mau masuk polisi belajarnya yang rajin dari sekarang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri 18 OKU, Netty Yulia SPd, mengatakan, dengan hadirnya Babinkamtibmas di sekolah yang dipimpinnya ini, setidaknya menjadi obat keresahan masyarakat. Sebab memang beberapa minggu ini para orang tua dan siswa resah tak henti-henti membicarakan kasus penculikan.
“Ya terima kasih kalau kata Pak Polisi memang tidak ada kasus penculikan seperti yang dihebohkan, ini bisa menjadi obat penenang para guru, siswa dan orang tua. Soalnya heboh sekali informasi penculikan itu,” kata Netty.
Usai upacara bendera, sekolah ini juga menyerahkan hadiah-hadiah yang didapat siswa saat mengikuti perlombaan pekan lalu. Diantaranya SD Negeri 18 OKU keluar sebagai juara umum lomba drum band tingkat SD se Kabupaten OKU. Kemudian dua siswanya juga mendapat juara tiga baca puisi dan menyanyi solo pada lomba FLS2N tingkat Kecamatan Baturaja Timur.
Sebelumnya, Kapolres OKU melalui Kasat Reskrim AKP Harmianto telah menegaskan kalau kasus penculikan di OKU tidak benar. Kalau memang benar sudah ada jatuh korban penculikan sebagaimana yang dihebohkan di masyarakat, tentu saja pihaknya, kata Harmianto pasti tengah menangani kasusnya.
“Sampai saat ini tidak ada korban penculikan yang melapor. Jadi kabar tersebut tidak benar. Ya, kalau ada korban penculikan saya minta masyarakat memberitahukannya kepada aparat polisi dan kami akan mendatanginya,” katanya kemarin.
Pihaknya tidak mungkin tidak tahu kalau ada laporan terkait di wilayah Polsek-Polsek. Sebab, kata Harmianto, laporan di polsek-polsek juga pasti masuk ke Mapolres OKU. Tapi nyatanya memang tidak ada sama sekali laporan kasus penculikan. (Wid)











