Muratara, Sumselupdate.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara menjamin dua tahun mendatang tepatnya 2019 krisis listrik di wilayah Bumi Berselang Serundingan akan berakhir.
Jaminan itu sebagai jawaban terhadap keluhan masyarakat akan belum meratanya penyebaran listrik sampai ke pelosok desa.
Wakil Bupati (Wabup) Muratara, H Devi Suhartoni, mengakui, Pemkab Muratara mengatakan sudah berkomintmen dengan membangun kerja sama dengan PT PLN Persero.
Kerja sama itu dilakukan untuk mengatasi permasalahan aliran listrik di wilayah Muratara.
Dia mengatakan, pembangunan Gardu Induk (GI) yang sudah diprogramkan akan sangat membantu masyarakat di wilayah Kabupaten Muratara, pasalnya selama ini kekurangan daya merupakan kendala utama yang dihadapi.
“Kita targetkan 2017 Muratara, sudah miliki GI dan selesai di tahun 2017 ini juga, semua Kecamatan pasti terang. Kalau sekarang rata-rata masih gelap karena belum ada aliran listrik,” katanya, Selasa (28/2/2017).
Dia mengatakan, dengan adanya aliran listrik yang mencukupi, sudah tentu dapat membantu pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Selama ini banyak keluhan dari masyarakat mengenai krisis sinyal, maupun pihak investor yang enggan berinventasi karena belum adanya suplai aliran listrik secara maksimal.
“Insya Allah di tahun 2019 kita bebas dari kegelapan, karena proyek gardu induk yang dilaksanakan langsung bisa dioperasikan setelah dua tahun pengerjaan,” tegasnya.
Untuk itu ia meminta kepada masyarakat untuk bersiap-siap menyambut era baru di Kabupaten Muratara.
Pasalnya, jika selama ini masyarakat banyak yang mengandalkan genset, dan sering mengalami pemadamam lampu, untuk ke depan mereka tidak perlu kerepotan lagi.
“Kalau listrik sudah normal jangan lupa kewajiban harus dipenuhi membayar listrik. Kemudian pertumbuhan ekonomi akan menguat karena banyak investor yang masuk. Selama ini kita belum mampu menyuplai listrik dengan skala besar,” paparnya.
Masih katanya, tahapan pembangunan GI sudah mencapai 80 persen, terkhusus untuk pembebasan lahan untuk menjadi sertifikat.
“Selanjutnya akan kita serahkan kepada pihak PLN untuk segera dibangun. Nanti dari PLN akan melakukan tinjauan, mengenai tekstur tanah, keamanan lokasi, serta pemetaan,” jelasnya.
Perlu diketahui katanya pembangunan GI bersamaan dengan pelaksanaan pembangunan 72 tapak tower sebagai penyambung aliran jaringan listrik utama.
“‘Pendataan sudah kita lakukan, nanti ada tim dari KJPP yang akan menetapkan berapa nilai harga tanah milik masyarakat yang akan dibebaskan,” pungkasnya. (ain)











